Lima Provinsi Sumbang 65 Persen Kasus Aktif Covid-19, Airlangga: Kami Terus Memonitor

- Rabu, 26 Mei 2021 | 09:12 WIB
Foto: Humas Setkab / Agung
Foto: Humas Setkab / Agung

JAKARTA, suaramerdeka.com – Dalam seminggu terakhir, perkembangan kasus Covid-19 Infonesia  menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah indikator kasus aktif maupun kasus positif. Tren kenaikan  itu penting untuk mewaspadai potensi lonjakan/kenaikan kasus aktif setelah pelaksanaan libur panjang Idul Fitri, minggu lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sejak berakhirnya periode libur Idul Fitri, kasus harian terkonfirmasi mulai mengalami tren peningkatan, dalam beberapa hari terakhir di mana kasus harian pada kisaran 5 ribu kasus per hari.

“Kami terus memonitor, dalam satu minggu ini kita melihat ada tren peningkatan kasus. Kasus aktif nasional, setelah turun menjadi 87.514 kasus pada 18 Mei, mengalami tren kenaikan 93.393 kasus. Walaupun masih terkontrol, namun harus meningkatkan kewaspadaan kita,” kata Airlangga Hartarto.

Menko Airlangga mengakui beberapa indikator penanganan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan tren positif dan perbaikan, namun masih membutuhkan kewaspadaan terkait dengan peningkatan signifikan jumlah kasus dan Bed Occupancy Ratio (BOR) di sebagian besar provinsi di Sumatera dan ditemukannya beberapa kasus varian baru yakni B.117 Inggris dan B.1.617 India.

Meskipun kasus aktif nasional menurun 47,5 persen dari puncak kasus di 5 Februari 2021 sebanyak 176.672 kasus menjadi 92.847 kasus pada 23 Mei 2021, namun sejak 19 Mei 2021, dalam 5 hari terakhir, telah terjadi kenaikan jumlah kasus aktif.

Kasus aktif 56,4 persen berasal dari Pulau Jawa dan 21,3 persen dari Pulau Sumatera. Lima provinsi dengan kasus aktif terbesar berkontribusi atas 65 persen kasus aktif tingkat nasional, antara lain yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Papua, Jawa Tengah, dan Riau.

Dikatakan, saat ini tercatat 10 provinsi menunjukkan peningkatan kasus aktif dan 24 provinsi lainnya menunjukkan penurunan. Sepuluh provinsi dengan peningkatan kasus aktif antara lain Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, NTB, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

Menko Airlangga menambahkan sejumlah provinsi Non-PPKM Mikro (Gorontalo, Maluku, Maluku Utara) mengalami peningkatan kasus aktif. Oleh karena itu, bagi 4 provinsi yang belum menerapkan PPKM Mikro (Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Barat) akan mulai diterapkan PPKM Mikro pada tahap selanjutnya yaitu pada tanggal 1 sampai 14 Juni 2021.

“Untuk PPKM Mikro tahap selanjutnya, (tanggal) 1-14 Juni mendatang, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara diikutsertakan, ditambah Provinsi Sulawesi Barat,” ujarnya.

Menko Airlangga mengatakan secara nasional, BOR masih berada di level aman yakni 31 persen. Namun dengan adanya kenaikan  tren kasus aktif di sejumlah provinsi di Sumatera, BOR di seluruh provinsi di Sumatera (kecuali Bengkulu) lebih tinggi dibandingkan rata-rata BOR nasional. BOR tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat (60 persen), Sumatera Utara (58 persen), dan di Riau (55 persen).

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X