Indonesia Jadi Negara Adi Daya, Kontribusi Posyandu Ikut Menentukan

- Selasa, 25 Mei 2021 | 13:30 WIB
Foto dokumentasi
Foto dokumentasi

 

BANDUNG, suaramerdeka.com - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan keberadaan posyandu tetap menjadi prioritas mendapatkan bantuan keuangan di tengah kondisi keuangan daerah yang tekor akibat pandemi Covid-19. 

Hal ini ditandai dengan penyerahan dana hibah bagi operasional posyandu di kabupaten dan kota sebesar Rp 26 miliar di Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (25/5).

"Karena Covid-19, Jabar kehilangan (pendapatan) Rp 4 triliun. Proyek jembatan dan jalan kita coret karena dari mana. Tapi khusus posyandu, kita pertahankan," kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Bukan tanpa alasan Emil mengambil langkah tersebut. Pasalnya, posyandu dianggap mempunyai kontribusi cukup signifikan menyiapkan SDM unggul terutama dalam menyambut masa depan saat Indonesia diprediksi menjadi negara adi daya tahun 2045. 

Kualitas SDM pada saat itu sangat menentukan. Generasi yang lahir saat ini akan memegang kunci mengingat ada potensi dari 70 persen generasi muda pada masa yang digadang-gadang sebagai era keemasan itu. 

Menurut dia, ada empat syarat, kondisi tersebut bisa dioptimalkan. Di antaranya badan sehat, kecerdasan, akhlak, hingga kemampuan spiritual. Jangan sampai, katanya, generasi mendatang mewarisi sejumlah sikap negatif.

Di antaranya diakibatkan sisi gelap dari sosial media, radikalisme, dan minim sopan santun hingga etika. Pola pengajaran pun perlu disegarkan guna menghasilkan pembahasan produktif karena interaksi yang terasah.

Khusus posyandu, Emil meminta supaya fokus pada pembentukan fisik kuat bagi generasi tersebut. Karenanya, program pengentasan stunting dan gizi buruk  harus jadi atensi. Pasalnya rasionya masih membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X