Cegah Pendatang Jadi Pengangguran, Ini Strategi Menaker Ida

- Senin, 24 Mei 2021 | 10:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Usai mudik Lebaran tahun ini, fenomena warga dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya sebagai tujuan utama untuk mencari kehidupan baru, masih akan terjadi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan, kota-kota besar masih menjadi magnet bagi para pencari kerja. Namun sayangnya, sebagian besar dari mereka yang datang dari desa ke kota tanpa memiliki  keterampilan kerja yang memadai sehingga kedatangan mereka justru menimbulkan masalah baru di kota-kota besar.

“Kita ketahui bersama bahwa tiap tahun fenomena urbanisasi terjadi. Dan kita tidak ingin urbanisasi menimbulkan masalah baru karena ketiadaannya keterampilan pekerja  yang dibutuhkan pasar kerja,” kata Menaker Ida di Jakarta, pada Minggu (23/5).

Menaker Ida mengingatkan sebenarnya pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah tidak menghendaki urbanisasi yang tiap tahun terjadi hanya melahirkan masalah baru, seperti meningkatnya angka pengangguran. Untuk itu warga yang akan mencari kehidupan baru ke kota dituntut memiliki keterampilan kerja yang memadai agar cepat terserap pasar kerja.

Lalu apa yang akan dilakukan Kemenaker. Ida menyebut mitigasi menjadi solusi mengantisipasi urbanisasi. Kemnaker menggulirkan program peningkatan kompetensi agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Sejumlah program peningkatan kompetensi seperti pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan peningkatan produktivitas, sertifikasi kompetensi, dan bursa kerja online (job fair) sebagai solusi untuk menekan arus urbanisasi.

Lapangan Kerja

Untuk mengakses berbagai pelatihan Kemnaker, masyarakat dapat mendaftarkan diri ke BLK Kemnaker dan BLK yang ada di daerah masing-masing. “Melalui berbagai program ini, kami inginkan agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri di daerah masing-masing, sehingga tidak perlu mencari pekerjaan ke kota-kota besar,” katanya.

Menaker Ida mengatakan program-program itu tidak hanya bertujuan agar masyarakat menjadi pekerja di perusahaan, tetapi lebih jauh menjadi wirausahawan, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Dalam upaya memperbanyak penciptaan wirausahawan, pihaknya telah melakukan program-program seperti pelatihan wirausaha baru, padat karya,  jaring pengaman sosial dan inkubasi bisnis. “Kami juga  mendukung lahirnya produk-produk kreatif industri kecil yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat dan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerahnya,” kata Ida.

Kemnaker juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan ketenagakerjaan sehingga supply and demand pekerja dapat terpetakan dengan baik. Selain itu, pihaknya mendorong pembangunan di pedesaan.

“Lapangan kerja dan kesempatan kerja baru harus diciptakan di kawasan pedesaan untuk mengurangi pengangguran. Dengan demikian, perekonomian pedesaan akan semakin maju dan dapat mengurangi arus urbanisasi ke kota-kota besar,”kata Menaker Ida.

Menurutnya, pembangunan di kawasan pedesaan membutuhkan komitmen dari masyarakat dan aparat desa yang memiliki potensi sumber daya ekonomi, akses informasi dan pemasaran produk serta ketersediaan infrastruktur jalan, air, dan listrik.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Sejarah Kata Santri, Begini Pendapat Cak Nur

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:18 WIB

Kemenpora Lunasi Tunggakan LADI ke Laboratorium Qatar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Anak di Bawah 12 Tahun Kembali Diperbolehkan Naik KA

Jumat, 22 Oktober 2021 | 20:33 WIB
X