Ganjar Sengaja Tidak Diundang di Pertemuan Puan dengan Kader PDIP Jateng

- Minggu, 23 Mei 2021 | 17:15 WIB
(suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)
(suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani menemui kader, anggota DPRD dan DPR RI, serta kepala daerah dari partai belambang banteng moncong putih itu seluruh Jawa Tengah.

Ketua DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) V Jawa Tengah (Klaten, Sukoharjo, Boyolali dan Kota Surakarta memberikan arahan kepada seluruh kader yang hadir secara daring dan anggota DPRD, DPR RI, kepala daerah dari PDI Perjuangan yang hadir secara luring di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Panti Marhaen.

Semua hadir dalam kesempatan tersebut, hanya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tidak tampak. Biasanya ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri atau Puan Maharani hadir di Panti Marhaen, mantan anggota DPR RI itu selalu hadir.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto mengatakan, semua yang hadir atas undangan kecuali Ganjar Pranowo yang memang sengaja sejak awal tidak ada rencana DPD Jawa Tengah mengundangnya.

“Tidak diundang! Ganjar wis kemajon (sudah kelewatan),” kata Bambang Wuryanto usai kegiatan puncak rangkaian peringatan HUT PDI Perjuangan di Jawa Tengah yang digelar di Panti Marhaen, Minggu (25/5/2021) dini hari.

Ia pun mengutip filosofi hidup Presiden Joko Widodo sebagai orang Jawa. “"Lamun siro sekti ojo mateni (meskipun kamu sakti jangan suka menjatuhkan). Lamun siro banter ojo ndhisiki (kamu cepat jangan suka mendahului). Lamun siro pinter ojo minteri, (kamu pintar jangan sok pintar).”

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng itu sudah memberikan sinyal jika Ganjar terlalu berambisi mengejar jabatan sebagai presiden sebagai hal yang tidak baik. Selain, belum ada instruksi dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengenai pencalonan presiden.

“Posisi kami bersebrangan dengan hal pencapresan Ganjar Pranowo pada 2024,” tambah pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.

Sikapnya ini bukan untuk mencari keuntungan apapun, ia ingin partainya tetap solid. Pacul tidak mempermasalahkan jika netizen atau buzzer di media sosial mem-bully sikapnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

X