Dampak Mudik 2-3 Minggu, Wiku: Zona Merah Jangan Sampai Kewalahan

- Sabtu, 22 Mei 2021 | 16:40 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan 7 daerah yang masuk zona merah pekan ini segera berbenah mengantisipasi kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada 2-3 minggu ke depan sebagai dampak passcalibur panjang mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H.

"Jika saat ini, 7 kabupaten/kota ini sudah berada di zona merah sebelum dampak libur Idul Fitri terlihat, bukan tidak mungkin kabupaten/kota ini akan kewalahan menghadapi kemungkinan kenaikan kasus yang berpotensi dalam 2 atau 3 minggu ke depan," kata Wiku di Graha BNPB Kamis (20/5).

Wiku khawatir melihat data perkembangan kasus Covid-19 per 16 Mei 2021. Tercatat 7 kabupaten/kota masuk zona merah, Salatiga (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Palembang (Sumatera Selatan), Pekanbaru (Riau), Solok dan Bukittinggi (Sumatera Barat) dan Deli Serdang (Sumatera Utara). Ketujuhnya diminta segera memperbaiki penanganan Corona.di daerah masing-masing.

Selain kepada daerah zona merah, Wiku juga mengingatkan daerah dengan status zona oranye, zona kuning dan zona hijau agar terus meningkatkan penanganan Covid-19 dan utamanya dalam beberapa minggu ke depan, sebagai antisipasi dampak libur panjang Idul Fitri 1442 H.

"Kesiagaan menghadapi apa pun yang terjadi ke depannya merupakan kunci dalam merespons  perubahan secara cepat, sehingga kondisi apa pun dapat dikendalikan," kata Wiku yang meminta semaksimal mungkin upayakan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan.

Satgas Nasional meminta daerah memperketat kembali pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan, memaksimalkan skrining dan testing terutama pada warga yang baru pulang dari bepergian. ‘’Tidak lupa memantau dan mewajibkan masyarakat yang baru pulang bepergian, untuk karantina mandiri 5 x 24 jam untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas,’’ kata Wiku.

Prof Wiku menjelaskan pada peta zonasi risiko mingguan tingkat  kabupaten/kota per 16 Mei,  tercatat daerah zona merah berkurang  dari 12 menjadi 7 kabupaten/kota. Zona oranye bekurang dari 324 menjadi 321 kabupaten/kota. Zona kuning (risiko rendah) naik dari 169 menjadi 177 kabupaten/kota, sementara zona hijau tidak ada kasus baru dan tidak terdampak, jumlahnya tetap, masing-masing sebanyak 8 kabupaten/kota

Apresiasi diberikan kepada pemerintah daerah karena minggu ini ada 37 kabupaten/kota keluar dari zona oranye. Kabupaten/kota itu tersebar di Aceh (2), Sumatera Utara (4), Jambi (3), Sumatera Selatan (2), Bengkulu (2), Lampung (2), DKI Jakarta (1), Jawa Timur (6), NTT (5), Kalimantan Barat (1), Kalimantan Utara (1), Sulawesi Barat (1), Maluku (2) Papua (4) dan Papua Barat (1).

"Saya mengapresiasi pemerintah daerah karena data menunjukkan terjadi penurunan di zona risiko tinggi dan zona risiko sedang. Adapun dari minggu ke minggu, angka zona risiko sedang cenderung mengalami kenaikan," kata Wiku.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Peradi Pemalang Luncurkan Pusat Bantuan Hukum Gratis

Minggu, 19 September 2021 | 18:02 WIB

Immune Booster Disalurkan ke Korban Banjir Lebak

Minggu, 19 September 2021 | 11:16 WIB

Membiasakan Hidup Bersama Covid-19

Minggu, 19 September 2021 | 00:34 WIB

Pandemi dan Keseimbangan Hidup

Minggu, 19 September 2021 | 00:21 WIB
X