Pascalibur Lebaran, Prokes Ketat di Transportasi Umum Wajib Diterapkan

- Jumat, 21 Mei 2021 | 10:48 WIB
Foto bisnis.com
Foto bisnis.com

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pascalibur panjang perayaan Idul Fitri tahun 2021, perlu diwaspadai adanya pergerakan masyarakat ke kampung halaman, kunjungan ke tempat-tempat wisata membludak, saat kita kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Hal yang sangat penting untuk diperhatikan ialah perjalanan menggunakan transportasi umum menuju ke tempat beraktivitas. Transportasi umum merupakan salah satu tempat yang rawan akan penularan virus corona atau Covid-19.

Menurut ahli virologi klinis dari University of Leicester, Julian Tang, angkutan umum rawan penularan karena bersifat tertutup dan partikel virus corona bertahan di udara. 

"Jika Anda cukup dekat untuk mencium bau seseorang di angkutan umum, maka anda juga berpotensi menghirup virus yang dibawa bersamanya," ujarnya seperti dilansir dari BBC.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penggunaan masker harus menjadi perhatian utama saat berada di angkutan umum. Untuk mencegah penularan melalui droplet, masker harus benar-benar menutupi hidung dan mulut.

Tidak hanya di dalam kendaraan, pemakaian masker yang benar harus dilakukan ketika berada di tempat umum untuk menunggu kendaraan. Sebaiknya hindari keramaian dan menjaga jarak setidaknya 2 meter atau sekitar 2 panjang lengan dari orang asing saat menunggu.

Selanjutnya, praktikkan kebersihan tangan dan etika pernapasan. Sebelum menggunakan jenis transportasi apa pun, penting untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik atau menggunakan pembersih tangan dengan kandungan alkohol 60 persen. Setelah tiba di tempat tujuan, cuci kembali tangan sesegera mungkin.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. Tutupi mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin. Buang tisu bekas ke tempat sampah dan segera cuci kembali tangan.

Hindari menyentuh permukaan di tempat umum seperti terminal, stasiun, dan bandara. Sebisa mungkin, batasi menyentuh permukaan yang sering disentuh seperti screen dan pemindai sidik jari, mesin tiket, pintu putar, pegangan tangan, permukaan closet toilet, tombol lift, dan bangku. Jika terpaksa, sesegera mungkin kembali mencuci tangan.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

X