Rumah Sakit Khawatir Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

- Jumat, 21 Mei 2021 | 09:22 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pengelola rumah sakit mengaku khawatir jika libur panjang mudik Lebaran tahun ini memicu ledakan kasus Covid-19 sebagaimana pengalaman lonjakan kasus positif setelah libur panjang pada periode sebelumnya.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI)dr Lia G Partakusuma SpPK, MARS mengatakan jika pasien Covid-19 datang secara bersamaan dalam jumlah besar, rumah sakit akan kewalahan sehingga pelayanan tidak bisa maksimal.

Jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 dikhawatirkan jumlah tenaga kesehatan tidak mencukupi jika perawatan dilakukan secara bersamaan. “Kalau sampai 7-8 ribu pasien dirawat bersamaan, maka RS akan sangat kewalahan sehingga tidak bisa membantu dengan maksimal,” kata dr Lia dalam Dialog ‘’Terus Kencangkan Protokol Kesehatan’’ di FMB9ID_IKP pada Kamis (20/5).

Dokter Lia mengatakan SDM di ICU harus khusus, belum lagi apabila jumlah penularan tinggi, maka SDM kita akan mudah tertular seperti awal tahun yang lalu, banyak tenaga kesehatan kita tertular Covid-19.

Dikatakan, saat ini kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) secara nasional kurang dari 30 persen. Namun sudah ada beberapa provinsi menunjukkan peningkatan BOR cukup signifikan, terutama rumah sakit yang berada di luar Pulau Jawa.

“Aceh dan Sulawesi Barat BOR kini sudah di atas 50 persen. Ada juga beberapa provinsi BOR-nya mencapai 25-50 persen seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Riau. Lalu yang peningkatannya 10-24 persen ada di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Jambi,” kata dr Lia.

Lonjakan Kematian

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Dr Sonny Harry B Harmadi mengatakan belajar dari pengalaman sebelumnya, terbukti terjadi lonjakan kasus pada empat momen libur panjang sepanjang 2020. Lonjakan kasus juga biasanya diikuti lonjakan kematian akibat.

Kecenderungan masyarakat yang melakukan perjalanan setiap libur panjang, menjadi pemicu lonjakan kasus karena hampir selalu diiringi oleh turunnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Padahal dengan meningkatnya aktivitas perjalanan akan menciptakan kerumunan.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

X