Kasus Penggelapan PT Gaya Remaja Industri, Aparat Diminta Bongkar hingga Tuntas

- Rabu, 19 Mei 2021 | 12:42 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SIDOARJO, suaramerdeka.com -  Manajemen PT Gaya Remaja Industri telah melaporkan karyawannya, Fenny Oriesta Haryadi kepada aparat hukum atas kasus penggelapan uang perusahaan dengan taksiran nilai hingga miliaran rupiah. Perkara pidana dengan terdakwa Fenny Oriesta Haryadi saat ini sudah memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur dengan nomor pelimpahan perkara B-1288/M.5.19/EPP.2/03/2021.

Oleh jaksa penuntut umum, Fenny Haryadi didakwa melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 378 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dengan ancaman penjara maksimal selama 4 tahun. Menurut Direktur Utama PT Gaya Remaja Industri Effendi Pudjihartono, manajemen sudah berupaya untuk menyelesaikan dugaan penggelapan yang dilakukan terdakwa secara kekeluargaan dan tidak membawa ke ranah hukum.

Nilai kerugian sementara yang dilaporkan manajemen kepada penegak hukum atas perbuatan yang dilakukan Fenny Haryadi sebesar Rp 350 juta. Namun, dari pengakuan terdakwa melalui surat keterangan yang dibuat di atas materai, nilai penggelapan mencapai  miliaran rupiah dalam waktu hampir 2 tahun.

Perusahaan, kata Effendi sudah berupaya menempuh jalan penyelesaian secara kekeluargaan kepada Fenny Haryadi. Namun, langkah itu tidak membuahkan hasil sehingga kasus tersebut akhirnya dibawa ke ranah hukum. Menurut Effendi, penyelesaian melalui jalur hukum merupakan upaya paling akhir yang ditempuh agar perkara dugaan penggelapan uang perusahaan itu mendapatkan titik terang.

Effendi menyatakan sudah menerima panggilan dari pihak PN Sidoarjo untuk bersaksi dalam persidangan pada Rabu 28 April 2021. Namun, dalam perjalanan sepanjang kasus tersebut disidangkan, terjadi beberapa kali penundaan sidang yang membuat penyelesaian perkara tersebut berjalan lambat.

Pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PN Sidoarjo. Namun, sebagai pencari keadilan, dirinya berharap kasus tersebut bisa diputus dengan adil dan menjadi jalan pembuka untuk membongkar keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga membantu terdakwa.

Sebagai wakil perusahaan yang dirugikan atas kasus penggelapan itu, Effendi ingin aparat penegak hukum khususnya kepolisian tidak berhenti pada satu orang terdakwa Fenny Oriesta Haryadi, melainkan pula juga memeriksa pihak-pihak yang diduga turut membantu terdakwa melakukan penggelapan uang perusahaan itu.

Effendi meminta aparat penegak hukum dapat mendalami aliran uang hasil penggelapan itu dengan memeriksa lalu lintas transaksi lewat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak terdakwa.

Editor: Andika

Terkini

X