Pemerintah Akselerasi Vaksinasi Covid-19, Menkes: Ketersediaan Vaksin Mencukupi

- Rabu, 19 Mei 2021 | 09:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemerintah akan kembali mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat. Pada bulan Mei ini dan Juni mendatang, Menkes menyebut pasokan vaksin Covid-19 tiba dalam jumlah cukup banyak di Tanah Air.

“Sesudah kita agak mengurangi laju vaksinasi karena kurangnya jumlah vaksin di akhir April dan juga masuk bulan Ramadan dan Lebaran, ini saatnya kita menggenjot kembali vaksinasi,” ujarnya, dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai Penanganan Pandemi Covid-19.

Cakupan vaksinasi bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) diminta Menkes juga terus ditingkatkan karena kelompok ini memiliki tingkat kerentanan yang tinggi jika terpapar COVID-19. “Tolong pastikan vaksinasinya ditingkatkan lagi, diperbanyak lagi terutama untuk para lansia karena merekalah yang paling rentan, kemungkinan masuk rumah sakitnya tinggi, dan wafatnya tinggi,” ujarnya.

Daerah seperti DI Yogyakarta disebut Budi, mengalami kenaikan fatality rate karena masih banyak lansia yang belum divaksinasi. “Lansia yang paling banyak divaksin adalah DKI Jakarta dan Bali, dan itu mudah-mudahan bisa mengurangi jumlah orang yang masuk rumah sakit dan wafat,” imbuhnya.

Selain itu, potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran, sudah diantisipasi Kemenkes, mulai dari ketersediaan ruang perawatan, tenaga kesehatan, hingga obat-obatan. “Total tempat tidur tersedia, isolasi untuk pasien COVID-19 sekarang secara nasional ada 70 ribu, keterisiannya sampai sekarang 20 ribu, jadi masih ada buffer/cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi,” ujarnya.

Sementara untuk tempat tidur intensive care unit (ICU), papar Menkes, dari total kapasitas 7.500 yang dialokasikan, baru terisi sebanyak 2.500 tempat tidur sehingga masih tersedia sekitar 200 persen dari keterisian saat ini. “Mudah-mudahan pasca liburan panjang Lebaran kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan ruangan tempat tidur, baik tempat tidur isolasi maupun ICU yang ada tidak usah sampai penuh,” ujarnya.

Kemenkes juga terus memastikan ketersediaan obat-obatan serta tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan. “Kami persiapkan rumah sakitnya, tempat tidurnya, dokternya, obat-obatannya, mudah-mudahan cukup untuk bisa menampung kalau  pun ada kenaikan dari kasus konfirmasi usai liburan Lebaran. [Namun] kita berdoa mudah-mudahan [lonjakan] itu tidak terjadi,” pungkas Menkes Budi G. Sadikin.

Editor: Andika

Terkini

X