Vaksinasi Lansia Paling Rendah, Uu Beberkan Penyebabnya

- Selasa, 18 Mei 2021 | 15:11 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

BANDUNG, suaramerdeka.com -  Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum tak menampik rendahnya program vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia di wilayahnya dengan cakupan yang hanya 8 persen.

Angka itu menjadikan Jabar sebagai daerah paling rendah dalam menggarap vaksinasi bagi lansia di antara provinsi lainnya.

"Lansia memang telat, kami tak menutup mata," katanya saat mendampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin pada gebyar vaksinasi lansia di RSUD Otto Iskandar Dinata Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5).

Menurut dia, ada sejumlah musabab yang menjadikan program vaksinasi terhadap 4,4 juta lansia di Jabar itu terhambat sehingga meleset dari jadwal targetan.

Salah satunya kabar dengan nada negatif terhadap kegiatan vaksinasi yang tengah digencarkan dalam pengendalian pandemi, terutama yang dikait-kaitkan dengan jatuhnya korban yang diterima mereka.

"Para orang tua ini jarang ke luar rumah, kadang tak ada yang mengantar, kemudian berita sampai ke mereka vaksin yang mengakibatkan hal negatif sampai ada yang meninggal, padahal tidak, sebaliknya ini justru untuk kesehatan mereka," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Uu menyebut bahwa sosialisasi dan terobosan perlu dilakukan guna menekan hambatan itu. Gebyar vaksin, kegiatan yang memungkinkan pemberian suntikan bisa diikuti massa skala besar bisa jadi pertimbangan.

"Vaksinasi terhadap lansia itu termasuk dari target kami untuk cepat melakukan vaksinasi terhadap 33,5 juta warga Jabar," kata mantan Bupati Tasikmalaya itu.

Kadinkes Jabar, Dewi Sartika menyatakan permintaan Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk mempercepat vaksinasi bisa dipahami. Terlebih selepas Juni, vaksinasi terhadap masyarakat umum mulai dilakukan.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

X