Antisipasi Lonjakan Covid-19, Masyarakat Diimbau Karantina Mandiri Usai Berpergian

- Selasa, 18 Mei 2021 | 12:36 WIB
Foto: Humas Setkab
Foto: Humas Setkab

JAKARTA, suaramerdeka.com - Masyarakat yang telah bepergian selama libur Lebaran tahun 2021 ini diminta untuk melakukan karantina mandiri sebagai upaya untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang kerap terjadi pasca libur panjang. Diakui Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo, ada peran signifikan keberadaan posko Covid-19 yang diatur dalam ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro),  dalam pelaksanaan karantina mandiri ini.

“Lakukan karantina mandiri di tempat masing-masing, posko yang ada di tiap-tiap desa dan kelurahan bisa efektif bekerja keras selama 1-2 minggu ke depan untuk melakukan pengawasan kepada mereka yang kembali dari bepergian,” ujarnya dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai Penanganan Pandemi Covid-19, Senin (17/05/2021), di Jakarta.

Peran posko Covid-19, yang ada hingga tingkat desa dan kelurahan mendapat apresiasi Presiden Jokowi, untuk bisa mengimbau dan memantau masyarakat yang bepergian melakukan karantina mandiri. “Imbauan kami kepada seluruh pimpinan, seluruh komunitas untuk mengingatkan mereka yang kembali dari daerah-daerah yang Zona Merah dan Zona Oranye, mohon berkenan untuk melakukan karantina mandiri di kediaman,” imbuhnya.

Dipaparkan Doni, belajar dari pengalaman satu tahun terakhir, peningkatan kasus aktif setelah libur panjang berada pada kisaran 78-119 persen, sementara peningkatan angka kematian berkisar 46-75 persen. Untuk itu, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menekan lonjakan kasus COVID-19 yang kerap terjadi pasca libur panjang tersebut.

“Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Bapak Menko, dan para Menteri bekerja keras dalam beberapa minggu terakhir ini untuk memastikan jangan sampai terjadi lonjakan kasus seperti yang terjadi pada waktu-waktu sebelumnya. Kita semua sudah banyak pelajaran, pengalaman, dari apa yang terjadi pada periode sebelumnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Doni juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Satgas COVID-19 di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang telah berinisiatif menutup tempat hiburan atau tempat wisata yang tidak memenuhi ketentuan pemerintah pusat mengenai pembatasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas. “Hal ini pun kami harapkan tetap berlanjut agar kita semua mampu melakukan upaya maksimal dalam rangka mencegah terjadinya penularan,” ujarnya

Dipaparkan Ketua Satgas, kondisi penyebaran Covid-19 di Tanah air relatif terkendali. Salah satunya tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate) ruang isolasi dan intensive care unit (ICU) rumah sakit. “Barometernya antara lain adalah Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran, di mana pada saat ini keterisian tempat tidur adalah 16,22 persen. Ini adalah rekor terendah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Mohon kiranya ini bisa kita jaga,” ujarnya.

Editor: Andika

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X