Skema Haji Kondisi Khusus, Ada Skenario Kuota 5 Persen

- Rabu, 12 Mei 2021 | 08:48 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi menyambut baik update informasi dari Pemeintah Arab Saudi menyusul kabar kepastian penyelenggaraan haji 1442 Hijriah, tahun ini. Namun, Saudi baru mengumumkan kepastian penyelenggaraan haji belum ada penjelasan terkait rencana operasionalnya.

“Kita tentu bersyukur dengan pengumuman dari Saudi bahwa tahun ini ada penyelenggaraan haji. Namun, Saudi baru memastikan adanya penyelenggaraan haji, belum mengumumkan rencana operasionalnya,” kata Khoirizi yang siap menerima dan menindaklanjuti keputusan yang ditunggu-tunggu umat Islam Indonesia dan dunia.

Khoirizi mengatakan Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR sudah melakukan sejumlah persiapan. Tim Manajemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dibentuk oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada akhir Desember 2020, sudah menyiapkan skema jika ada pemberangkatan jamaah haji dari Indonesia.

Baca juga: Pastikan Gelar Ibadah Haji,  Arab Saudi Ketatkan Prokes Covid-19

Skema itu disiapkan dalam beberapa skenario, mulai dari pembatasan kuota 50 persen, 30 persen, 25 persen, bahkan hingga 5 persen. “Kami juga sudah melakukan serangkaian pembahasan dengan Komisi VIII DPR terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Pembahasan sudah mendekati hasil akhir untuk mencapai kesepakatan bersama antara Kemenag dan DPR,” katanya.

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab mengumumkan Pemerintah Arab Saudi akan menyelenggarakan ibadah haji 1442 H/ 2021 M dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.  Mngingat masih di masa pandemi, penyelenggaraan ibadah haji akan digelar dengan "kondisi khusus" untuk melindungi para jamaah dari Covid-19.

“Saudi dalam pengumumannya menyebutkan bahwa rencana operasional haji tahun ini akan diumumkan di lain waktu. Kita akan segera koordinasikan terkait rencana operasionalnya ini,” kata Khoirizi. Apa pun keputusan Arab Saudi pihaknya menyatakan siap menerima.

Baca juga: Arab Saudi Masih Tutup Akses Indonesia, MUI Minta Jangan Memaksakan Diri

Menurutnya, penjelasan Arab Saudi terkait rencana operasional haji 1442 H sangat penting. Sebab, hal itu akan menjelaskan bagaimana skema penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “Apakah haji tahun ini akan digelar seperti tahun lalu, hanya diikuti oleh warga Saudi atau epkspatriat yang ada di sana? Atau ada izin untuk pemberangkatan jamaah dari negara luar Saudi, termasuk Indonesia?” ujar Khoirizi.

Halaman:

Editor: Andika

Terkini

X