Doni Monardo: Menunda Mudik, Pilihan Terbaik

- Selasa, 11 Mei 2021 | 20:35 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Doni Monardo menyatakan pelarangan mudik adalah keputusan yang terbaik untuk mencegah penyebaran pandemi virus korona. Peningkatan kasus corona biasanya terjadi di saat libur panjang.

"Membatasi pergerakan  orang itu hal yang sangat penting di saat pandemi Covid-19 saat ini. Kita masih melakukan silaturahmi atau hahalbihalal atau pertemuan-petemuan tidak dengan fisik melainkan virtual. Menunda mudik merupakan pilihan terbaik, tidak ada pilihan lain untuk menghentikan laju penularan virus korona," katanya, saat memberi brifing kepada para wartawan peserta Felowship Jurnaslime Perubahan Perilaku melalui aplikasi zoom, Senin, 10 Mei 2021.

Menurut Doni, penularan virus corona ini bukan melalui hewan tetapi antar manusia. Supaya tidak saling menulari, maka gerakan manusia harus dikurangi atau dihentikan.

"Ini butuh kerja keras dari semua pihak. Tidak apa-apa mungkin hari ini ita dianggap cerewet, karena banyak bicara atau nasihat, tetapi ini akan bisa mengurangi Covid-19 yang berderet-deret. Tidak ada pilihan lain. Kepulangan akan membahayakan para orang tua di kampung halaman. Belum tentu di daerah-daerah memiliki rumah sakit dan dokter yang memadai," katanya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mengakui, masih ada tujuh persen atau 18,9 juta orang penduduk Indonesia yang masih ngotot akan mudik. Ini yang perlu diwaspadai dan diantisipasi.

Doni tidak ingin kasus Covid-19 yang terjadi di India terjadi pula di Indonesia. Karena itu, ia menilai, keputusan pemerintah terkait pelarangan mudik tentu sangat tepat guna mencegah penyebaran pandemi ini.

Ia mencontohkan, pada akhir Januari dan awal Februari 2021, kasus Corona di India lebih jauh di bawah kasus di Indonesia. Ketika itu, kasus aktif corona di Indonesia sebanyak 176.000 dan India 150.000.

Tetapi setelah pemerintah India melonggarkan kegiatan publik, seperti kegiatan agama, ekonomi, politik, olahraga dan kegiatan tradisi masyarakat maka, hanya menunggu beberapa minggu saja terjadi peningkatan kasus aktif korona di negara itu, bahkan tertinggi angka kematian di dunia.

"Sekarang di India, setidaknya 4.000 orang meninggal dunia per hari. Jika sudah seperti itu, sulit untuk diatasi. Oleh karena itu kita berharap Indonesia tidak seperti India," tuturnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X