TWK Pegawai KPK Dianggap Jegal Orang Tertentu, Pengamat: Pengaruh Sentimen Politis

Rep
- Selasa, 11 Mei 2021 | 11:00 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Adanya tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi dan dianggap hendak menjegal orang tertentu, pengamat dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyebut orang yang berpendapat itu telah dipengaruhi sentimen politis.

Menurut Karyono, wajar jika ada yang berpendapat semacam itu apalagi di negara demokrasi.

“Tetapi sesuatu yang wajar juga jika dalam seleksi atau tes, hasilnya ada yang tidak lolos. Namanya juga tes tentu ada yang hasilnya memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat," kata Karyono, seperti yang dikutip dari Pikiran Rakyat, Selasa, 11 Mei 2021.

Karyono juga menilai, pelaksanaan TWK bagi pegawai KPK adalah sudah berada di jalan yang benar.

Kemudian adanya informasi soal-soal untuk TWK yang dianggap tidak relevan, Karyono mengatakan, perlu divalidasi lebih lanjut.

Menurut Karyono, dari aspek regulasi, proses pelaksanaan asesmen TWK sudah sesuai amanat Undang Undang No. 19/2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan PP No. 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN, serta Peraturan KPK No. 1/2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN.

Dia mengingatkan berdasarkan ketentuan tersebut, setidaknya ada 3 hal penting telah menjadi persyaratan Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN.

Pertama, setia dan taat pada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Pemerintah yang sah.

Kedua, tidak terlibat kegiatan organisasi yang dilarang pemerintah dan atau putusan pengadilan.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X