Pastikan Gelar Ibadah Haji, Arab Saudi Ketatkan Prokes Covid-19

- Senin, 10 Mei 2021 | 18:24 WIB
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi (suaramerdeka.com/dok)
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan akan menyelenggarakan ibadah haji 1442 H/ 2021 M dengan kondisi khusus dan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yang ketat, guna melindungi jamaah. Kepastian penyelenggaraan haji sangat ditunggu calon jamaah haji Indonesia dan dunia.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Khoirizi menyambut baik perkembangan informasi dari Arab Saudi tersebut. Namun, Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian penyelenggaraan haji, tapi belum ada penjelasan rencana operasionalnya.

Baca Juga: Arab Saudi Masih Tutup Akses Indonesia, MUI Minta Jangan Memaksakan Diri

''Kita tentu bersyukur dengan pengumuman dari Saudi bahwa tahun ini ada penyelenggaraan haji. Namun, Saudi baru memastikan adanya penyelenggaraan haji, belum mengumumkan rencana operasionalnya,'' kata Khoirizi dalam keterangan resmi yang dikirim ke Suara Merdeka, Senin (10/5).

Menurutnya, Saudi menyebutkan bahwa rencana operasional haji tahun ini akan diumumkan lain waktu. Penjelasan Arab Saudi terkait rencana operasional haji 1442 H sangat penting, karena skema terkait skema penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga: Kemenag Susun Alur Pergerakan Jamaah Haji, Ini 8 Tahapannya

''Apakah haji tahun ini akan digelar seperti tahun lalu, hanya diikuti oleh warga Saudi atau epkspatriat yang ada di sana? Atau ada izin untuk pemberangkatan jemaah dari negara luar Saudi, termasuk Indonesia?'' jelas Khoirizi.

Direktur Bina Haji ini menerangkan, pihaknya akan terus mengikuti perkembangan informasi dari Pemerintah Arab Saudi. Sambil menunggu keterangan resmi Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Arab Saudi Tolak Vaksin Covid-19 RI, Ini Klarifikasi Kemenkes

Kemenag juga akan berkoordinasi dengan Dubes Arab Saudi dan Konjen RI di Jeddah terkait tidaklanjut dari update informasi haji ini. Apapun keputusan Arab Saudi, Kemenag siap menerima dan menindaklanjuti.

Terlebih Kemenag bersama Komisi VIII DPR, juga sudah melakukan persiapan. Tim Manajemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dibentuk oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada akhir Desember 2020, sudah menyiapkan skema jika ada pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia.

Skema itu disiapkan dalam beberapa skenario, mulai dari pembatasan kuota 50%, 30%, 25%, bahkan hingga 5%.

''Kami juga sudah melakukan serangkaian pembahasan dengan Komisi VIII DPR terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Pembahasan sudah mendekati hasil akhir untuk mencapai kesepakatan bersama antara Kemenag dan DPR,'' ungkap Khoirizi.

Halaman:
1
2

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Kronologinya

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:44 WIB

Jateng Borong Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:59 WIB

Berikut 184 Pemenang Baznas Award 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 02:55 WIB

RK-Khofifah Makin Mesra Bangun Simbiosis Jabar-Jatim

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:59 WIB
X