Kepuasan Publik Jabar ke Jokowi 59,6 Persen, Prabowo Teratas di Bursa Capres

- Minggu, 9 Mei 2021 | 08:00 WIB
(suaramerdeka.com/Setiady Dwi)
(suaramerdeka.com/Setiady Dwi)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Tingkat kepuasan masyarakat Jabar terhadap kinerja Joko Widodo sebagai Presiden berada di angka 59,6 persen. Di sisi lain, dukungan terhadap Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 paling tinggi.

Hal itu merujuk pada hasil survei bertajuk "Demokrasi dan Kontestasi Politik 2024: Persepsi Publik di 9 Kabupaten dan Kota di Jabar" yang dirilis Indonesian Politics Research & Consulting di Anatomi Coffee & Space Bandung, Sabtu petang, 8 Mei 2021.

Survei tersebut dilakukan pada 20-30 April lalu melibatkan 400 respon melalui metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 5 persen. Kesembilan wilayah itu Kota Depok, Bekasi, Bogor, kemudian Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Garut Purwakarta, Karawang, dan Cirebon.

"Ketika ditanyakan, apakah saudara sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja, kinerja Joko Widodo sebagai Presiden, hasilnya 57,1 persen responden merasa puas, dan 2,5 persen sangat puas," kata Direktur Riset IPRC, Leo Agustino.
 
Kondisi tersebut tak terlepas dari penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat. Sebanyak 54,3 persen merasa puas dengan langkah yang dilakukan pemerintahan Jokowi kendati 38,9 persen responden lainnya mengaku tak puas.

Sementara itu, survei menunjukan pula bahwa Prabowo Subianto tetap diunggulkan sebagai Capres di Pemilu 2024. Bahkan dukungan itu di atas Jokowi yang namanya muncul menyusul wacana masa jabatan hingga tiga periode. Dalam dua hajatan Pilpres, Jokowi tak pernah unggul di Jabar.

Prabowo mendapat 13,1 persen dukungan di atas Jokowi yang berada di urutan kedua dengan 10,4 persen. Hanya saja, hasil survei tersebut menunjukan bahwa 51,8 persen responden masih belum tahu dalam menentukan sikapnya.

Meski demikian, Pengamat Politik Unpad Muradi menilai bahwa kondisi tersebut semakin menegaskan karakteristik masyarakat Jabar dalam menyikapi figur yang dianggap bisa mewakilinya.

"Budaya politik di Jabar itu tak jauh dari keagamaan, dengan hasil survei ini sebagian masyarakat masih menganggap Prabowo, meski dukungannya turun, sebagai representasi keagamaan, tak berubah sejak pengalaman Pilpres 2019," katanya.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X