Kasus Aktif Covid-19 Diprediksi Melonjak, Pakar Ingatkan Pemerintah

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 11:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Kasus aktif Covid-19 diprediksi melonjak pascalibur mudik Lebaran tahun ini. Untuk itu Pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi sejak dini dengan menyiapkan rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan tenaga medis yang cukup untuk bisa siap siaga.

Untuk itu Ketua Satuan Tugas Covid-19 PBNU dokter Makky Zamzami mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus pascalebaran Idul Fitri 1442 H mendatang. "(Lebaran) ini adalah tahun kedua pandemi, polanya harusnya sudah paham dan sudah bisa dikenali sehingga kita sebetulnya sudah bisa lebih siap. Setelah lebaran prediksi kasus aktif akan naik," katanya.

Perkiraan peningkatan kasus aktif usai Lebaran, Makky menyinggung kasus kerumunan di pusat perbelanjaan, Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Karena itu, ia meminta pemerintah agar segera menyiapkan berbagai langkah antisipasi seperti penyediaan rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan tenaga medis yang cukup.

Baca juga: Kerumunan Pasar Susah Dilacak, Ini Pemicu Penularan Covid-19

"Pemerintah harus mengantisipasi kemungkinan besar terjadinya kenaikan kasus Covid-19. Mulai sekarang pemerintah harus menyiapkan RS, fasilitas kesehatan, dan tenaga medis yang cukup untuk bisa siap siaga jika ada kenaikan kasus yang sangat signifikan. Kita berharap pola yang ini bisa dicegah ke depannya dan bisa dipersiapkan jauh-jauh hari," ujarnya.

Makky juga berharap kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan menjelang Lebaran Idul Fitri tahun ini. Sebab Covid-19 di Indonesia masih ada dan nyata sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk sama-sama berikhtiar menghadapi pandemi ini.

"Jadi tetap jangan abai dengan protokol kesehatan, karena kita belum sampai ke herd immunity (kekebalan kelompok). Proses vaksinasi juga masih jauh dari kata sempurna," kata Bendahara Lembaga Kesehatan (LK) PBNU ini.

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 5.891 Orang,  Total Capai 1.558.423

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat mematuhi kebijakan ini, karena seluruh wilayah perbatasan antardaerah sudah dijaga aparat Kepolisian bersama pemerintah daerah dan dibantu masyarakat setempat.  "Kebijakan ini upaya perlindungan yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat dari potensi penularan Covid-19," kata Wiku, Kamis (6/5).

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X