Klaster Tarawih Muncul Lagi , Begini Reaksi Menag Yaqut

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 10:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Setelah muncul di Banyumas, kasus penyebaran Covid-19 dari klaster tarawih kembali terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen. Klaster ini diduga berawal dari imam masjid yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai mengalami gejala.

"Masih terjadi peristiwa penyebaran Covid-19. Saya minta masyarakat lebih disiplin dalam mematuhi panduan ibadah di bulan Ramadan. Ini semua demi kemaslahatan bersama agar setiap potensi penyebaran bisa diantisipasi dan diminimalisasi," tegas Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Kamis (6/5).

Putra KH Cholil Bisri Rembang itu mengingatkan kembali jajarannya untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021 di dalam situasi pandemi. Komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi panduan ibadah sangat penting demi mencegah setiap potensi penyebaran Covid-19.

Baca juga: Menag Prihatin Klaster Tarawih Banyumas, Begini Reaksinya

"Saya minta jajaran Kemenag untuk terus sosialisasi, edukasi, sekaligus juga monitoring untuk memastikan panduan ibadah dilaksanakan dengan baik, serta berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, termasuk dengan aparat di wilayah masing-masing jika terdapat pelanggaran terhadap protokol kesehatan," katanya.

Menag menjelaskan, Kementerian Agama sejak awal telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Edaran itu antara lain mengatur pengurus masjid atau mushala dapat menyelenggarakan kegiatan shalat fardu lima waktu, Shalat Tarawih dan Witir, tadarus Alquran, iktikaf, dan Shalat Idul Fitri.

Namun aktivitas ibadah itu dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau mushala. ‘’Itu pun harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing,’’ kata Gus Yaqut.

Baca juga: Menag: Jamaah Tarawih Dibatasi 50 Persen dari Kapasitas

Selain itu, kata Menag, protokol kesehatan harus diterapkan dalam pelaksanaan pembayaran Zakat Fitrah. Jajaran Kemenag harus memonitor dan memastikan pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dapat dilakukan melalui masjid/mushala dengan memperhatikan protokol kesehatan. "Jajaran Kemenag harus memonitor dan berkoordinasi dengan para pengelola ZIS untuk memaksimalkan pelayanan melalui electronic channel dengan membuka rekening pembayaran zakat dari muzakki," ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X