Kerumunan Pasar Susah Dilacak, Ini Pemicu Penularan Covid-19

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 10:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

Diingatkan vaksinasi bukan berarti terbebas dari Covid-19. Artinya, tetap saja akan ada potensi penularan jika terjadi kerumunan di pasar.  "Jadi tetap ada beberapa persen potensi penularan, tergantung dia vaksinasinya sudah berapa lama, sudah muncul antibodi atau belum? Jadi definisi vaksin ini perlu dipahami, bukan berarti jika sudah divaksinasi lalu menyelesaikan segalanya," terang Makky.

Klaster Penularan

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan mendatangi pusat-pusat perbelanjaan menjelang perayaan Idul Fitri menjadi tradisi tahun umat muslim Indonesia. Tetapi, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan Pemerintah Daerah dan masyarakat, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga kerumuman berpotensi menjadi titik awal munculnya klaster penularan.

Satgas menyoroti kasus itu lantaran beberapa hari belakangan ramai pemberitaan, termasuk unggahan di media sosial yang mengonfirmasikan tingginya mobilitas masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan baik di ibu kota, maupun di berbagai daerah.

"Apabila kita melihat ke belakang, kegiatan berbelanja menjelang Hari Raya Idul Fitri bukanlah hal yang unik terjadi. Akan tetapi, kita harus tetap mengingat di tengah situasi pandemi ini, kita harus melakukan banyak penyesuaian. Mobilitas tidak dilarang, tapi hendaknya dilakukan dengan disiplin protokol kesehatan," kata Wiku.

Semua elemen masyarakat harus menyadari selama beberapa bulan terakhir, angka kasus baru konsisten menurun, menjadi bukti kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan. Namun perlu diperhatikan angka kematian belum menurun dan cenderung stagnan di angka 2,7 persen.

"Artinya, apabila terjadi penularan pada diri kita atau orang terkasih, Covid-19 masih sangat berpotensi berujung fatal. Maka dari itu saya harapkan masyarakat dapat bijaksana dan sangat berhati-hati," tergasnya.

Untuk itu, Satgas di daerah-daerah harus sigap menyikapi situasi yang terjadi. Apabila masyarakat tidak mampu berlaku disiplin, maka Satgas Daerah di bawah kepemimpinan kepala daerah dan Forkopimda wajib untuk menegakkan kedisiplinan. "Saya minta posko di daerah masing-masing mengawasi dan menindak pelanggaran protokol kesehatan," katanya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Gita Amperiawan Jadi Dirut DI yang Gres

Jumat, 28 Januari 2022 | 00:13 WIB
X