Kerumunan Pasar Susah Dilacak, Ini Pemicu Penularan Covid-19

- Sabtu, 8 Mei 2021 | 10:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penularan Covid-19 di pusat perbelanjaan seperti pasar sangat sulit untuk dilakukan pelacakan lantaran orang yang di area jual beli tradisional itu bergerak dari daerah yang berbeda-beda dalam cukupan luas, sehingga upaya pelacakan akan sulit dilakukan.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 PBNU dokter Makky Zamzami mengatakan kondisi ini sangat mengkhawatirkan terjadinya penularan kasus Covid-19 yang berujung pada lonjakan setelah libur mudik Lebaran tahun ini. Dia menyebut kasus Pasar Tanah Abang diprediksi dapat membuat lonjakan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, jika terjadi penularan Covid-19 di pusat perbelanjaan seperti pasar akan sangat sulit untuk dilakukan tracing atau pelacakan. "Penularan di pasar itu sama sekali sangat susah untuk di-tracing, karena bergerak dari daerah mana saja. Apalagi Pasar Tanah Abang menjadi reseller dari beberapa tempat lainnya,’’ kata Makky di Jakarta, Kamis (6/5).

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 5.891 Orang,  Total Capai 1.558.423

Dia mengingatkan kita harus selalu berikhtiar untuk menjaga agar tidak terjadi penularan mengingat Indonesia saat ini sedang dikepung oleh mutasi Covid-19 dari beberapa negara seperti India, Inggris, dan Afrika Selatan. Mutasi virus tersebut dikabarkan sudah masuk atau tersebar ke dalam negeri.

"Indonesia saat ini dikepung dengan mutasi dari beberapa negara dan sudah masuk. Ada dari India B1617, dari Inggris 117, dan juga dari Afrika Selatan. Penyebaran mutasi ini belum terlacak secara intens. Dengan adanya kerumunan seperti di pasar akan memungkinkan penyebaran yang lebih masif," jelas Makky.

Pola masyarakat, lanjutnya, pada setiap tahun menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri pasti akan memenuhi pusat-pusat perbelanjaan seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kejadian seperti ini seharusnya bisa diantisipasi atau dicegah sebelumnya oleh pihak pengelola pasar. "Pengelola pasar ini bisa lebih bijak untuk bisa memperketat dan dengan membatasi jumlah keluar-masuk dari masyarakat yang akan melakukan transaksi di pasar," katanya.

Baca juga: Jumlah Covid-19 Tembus 1,7 Juta, Gus AMI Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi

Makky menegaskan, sekalipun sebagian besar pedagang di Pasar Tanah Abang sudah menjalani vaksinasi, tetapi proses penyebaran Covid-19 yang dikhawatirkan justru akan terjadi pada pembeli yang membeludak. "Bisa jadi yang menularkan bukan pedagang tapi antarpembeli. Kita juga tidak bisa menjamin para pembeli menjalani protokol kesehatan dengan ketat.’’

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X