MUI Minta KPI Hentikan Sementara 5 Program Ramadan TV, Ini Alasannya

- Jumat, 7 Mei 2021 | 11:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com  – Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara lima program Ramadan di televisi yang tetap membandel meski pihaknya sudah memberi masukan koreksi dan menyatakan komitmen perbaikan, namun hingga kini belum ada perbaikan. 

Ketua Komisi Infokom MUI Mabroer MS mengatakan tim Pemantau MUI sudah menyampaikan temuan beberapa program bermasalah di paruh pertama Ramadan dalam pertemuan online dengan para produser TV difasilitasi KPI. Delegasi TV pun berkomitmen melakukan perbaikan. Namun dalam pantauan paruh kedua Ramadan, tim pemantau masih menemukan potensi pelanggaran dan ketidakpatutatan di beberapa program yang sebelumnya sudah diberi saran perbaikan. 

Mabroer menjelaskan program-program tersebut yaitu Sore-Sore Ambyar TransTV, Pas Buka Trans7, Sahur Seger Trans7,  Ramadhan In The Kost dan Kring-kring Ramadhan in The Kost di Net TV, serta Pesbukers New Normal ANTV. Menurut dia, program-program tersebut tetap membandel dengan menayangkan tayangan yang mengandung unsur memperolok, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, dan memiliki makna jorok/mesum/cabul/vulgar.

Baca juga: Arab Saudi Masih Tutup Akses Indonesia, MUI Minta Jangan Memaksakan Diri

Mabroer menyayangkan sikap ketidakseriusan dan nihilnya komitmen dari lembaga penyiaran untuk memperbaiki konten yang bermasalah itu. Padahal, dalam pertemuan evaluasi bersama MUI, KPI, dan Kementerian Agama dengan lembaga penyiaran televisi pada Jumat (30/4), lembaga penyiaran telah kembali menyatakan komitmen mereka memperbaiki tayangan yang dianggap bermasalah.

‘’Sikap inkonsistensi ini tentu sangat disayangkan, mengingat publik berhak mendapatkan siaran berkualitas, bukan rendahan dan murahan,” kata Ketua Komisi Infokom MUI Mabroer MS dalam keterangan resmi di laman MUI pada Rabu (5/5).

Oleh karena itu, merujuk Peraturan KPI Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran (SPS), Pasal 80, Mabroer menyatakan MUI meminta KPI menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap tayangan-tayangan yang membandel itu. “Ini tak lain dimaksudkan agar ada efek jera sekaligus kesadaran terhadap posisi mereka agen perubahan, agen perbaikan moral bangsa dan agen mencerdaskan masyarakat.,” katanya.

Baca juga: MUI dan NU Desak Pemerintah Hentikan Penerbitan IUI Minuman Beralkohol Baru

Menurut anggota tim pemantau tayangan Ramadan MUI, Rida Hesti Ratnasari, sejak awal puasa 13 April hingga 4 Mei, sensualitas dan penghinaan tetap saja muncul dalam Sahur Seger Trans7. Dia memberikan contoh misalnya episode 2 Mei 2021 menampilkan goyang erotis Dewi Persik dan sepanjang acara dialog mengarah pada ‘‘kegiatan tidak senonoh’’.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Tiga Rapat Ini Jadi Penentu Lahirnya Sumpah Pemuda

Senin, 25 Oktober 2021 | 06:25 WIB

Baznas Jateng Bantu Alat Dakwah Virtual

Senin, 25 Oktober 2021 | 04:56 WIB
X