Kasus Covid-19 Jateng Turun 27,4 Persen, Tertinggi di Jawa-Bali

- Jumat, 7 Mei 2021 | 09:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Sepekan terakhir kasus Covid-19 Jawa Tengah mengalami penurunan 27,4 persen, menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa-Bali. Namun kasus kematian  naik 11,6 persen  dengan total kasus positif 185.526, kasus aktif  9.860 (5,31 persen), kasus meninggal   8.323 (4,49 persen) degan jumlah kesembuhan 167.343  kasus (90,20 persen).

Berdasarkan analisis data Covid-19 per 2 Mei 2021 empat provinsi di Jawa-Bali mengalami kenaikan kasus dalam sepekan dan tiga lainnya mengalami penurunan. Yang naik Banten 19,5 persen, DI Yoyakarta naik 11,6 persen, Jawa Barat naik 8,2 persen dan Jawa Timur naik 2,1 persen. Yang turun Jawa Tengah turun 27,4 persen, Bali turun 12,2 persen dan DKI turun 10,9 persen.

Pada kasus aktif dalam sepekan, Jawa Tengah tercatat tertinggi ketiga di Jawa-Bali. Kasus aktif tertinggi tercatat Jawa Barat 29.640  (10,49 persen), DI Yoyakarta 3.469 (8,71 persen), Jawa Tengah 9.860 (5,31 persen), Banten 1.961  (4,13 persen), Bali 1.559 (3,47 persen), DKI Jakarta 6.704 (1,63 persen), dan Jawa Timur 1.933 (1,30 persen).

Baca juga: Pasien Sembuh dari Covid-19 Tambah 5.440 Orang, Jateng Sumbang 407 Kasus Harian

Pada tingkat kematian, pekan ini Jawa Timur tertinggi (7,24 persen), disusul Jawa Tengah (4,49 persen),  Bali (2,76 persen), Banten (2,55 persen), DIY Yogyakarta (2,43 persen), DKI Jakarta (1,63 persen) dan terendah Jawa Barat (1,33 persen).

Yang memprihatinkan, dalam sepekan ini, Kota Semarang mencatat kematian terbanyak nasional. Ini sudah bertahan beberapa pekan terakhir. Kota Semarang mencatat angka kematian 1.769, disusul Jakarta Timur (1.609), Jakarta Barat (1.337), Kota Surabaya (1.336), Jakarta Selatan (1.246), Jakarta Pusat (921), Kota Depok (880), Jakarta Utara (821), Sidoarjo (617) dan Banyuwangi (615).

Perkembangan negatif Covid-19 Jawa Tengah dalam sepekan terakhir juga terlihat dari kenaikan angka kematian per kabupaten/kota. Dari lima kabupaten/kota, ada tiga daerah di Jawa Tengah mencatat kenaikan angka kematian tertinggi secara nasional.

Baca juga: Kematian Covid-19 Naik 3,7 Persen, Jateng Tertinggi Nasional

Lima kabupaten/kota dengan kenaikan angka kematian tertinggi, tercatat Kota Surakarta naik  lebih dari dua kali (17 menjadi 57), disusul Kota Tasikmalaya naik lebih dari dua kali lipat (18 menjadi 40), Kota Semarang naik 34,1 persen  (41 menjadi 55), Kota Dumai naik  lebih dari 10 kali lipat ( menjadi 13) dan Kota Magelang naik 10 kali  lipat (0 menjadi 10).

Antisipasi Pemda

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan perkembangan peta zonasi risiko per 2 Mei 2021 menunjukkan tren perkembangan membaik dengan indikator jumlah kabupaten/kota di zona merah (risiko tinggi) menurun dari 19 menjadi 14 kabupaten/kota. Begitupun zona oranye (risiko sedang) turun dari 340 menjadi 318 kabupaten/kota.

Namun jumlah kabupaten/kota di zona kuning (rendah) mengalami kenaikan sebanyak 27 kabupaten/kota, dari 146 menjadi 173 kabupaten/kota. Meskipun zona kuning mengindikasikan tingkatan risiko rendah, namun Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mengantisipasi agar tidak berubah menjadi oranye apalagi merah.

‘’Kenaikan di zona kuning harus menjadi alarm bagi kita semua untuk  segera mengantisipasi agar jumlahnya menurun bukan berpindah ke zona merah atau kuning, melainkan berpindah ke zona hijau," tegas Prof Wiku Adisasmito, Kamis (6/5).

Satgas juga memberi perhatian pada zona hijau. Hingga kini terjadi tren stagnasi pada perkembangan zona hijau. Pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya tetap sebanyak 8 kabupaten/kota, dan zona hijau tidak terdampak 1 kabupaten/kota. Kondisi yang bertahan beberapa pekan ini perlu perhatian agar jumlah zona hijau menunjukkan tren meningkat.

"Perlu diingat, dinamika zonasi risiko sangat besar. Setiap minggunya dapat berubah. Ini tandanya bahwa bukan tidak mungkin untuk mengubah status zonasi kabupaten/kota dalam waktu singkat apabila terjadi perubahan kedisiplinan protokol kesehatan di masyarakat," kata Wiku.

Halaman:
1
2

Editor: Andika

Tags

Terkini

X