Menag Keluarkan Panduan Shalat Ied di Masa Pandemi, Ini Ketentuannya

- Jumat, 7 Mei 2021 | 10:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid-19 sebagai upaya memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan Shalat Idul Fitri, sekaligus membantu negara dalam pencegahan penyebaran Covid-19. ‘’Edaran ini mengatur kegiatan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka,” kata Menag di Jakarta, Kamis (6/5).

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M di saat Pandemi Covid. Edaran mengatur antara lain kegiatan malam takbiran diizinkan maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan mushala, takbir keliling ditiadakan.

Kemudian, Shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan hanya di daerah zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan pihak berwenang dengan kapasitas maksimal 50 persen dan  khutbah maksimal 20 menit dengan protokol kesehatan secara ketat. “Saya minta kepada seluruh jajaran Kemenag untuk segera mensosialisasikan edaran ini secara masif, terutama kepada pengurus masjid dan Panitia Hari Besar Islam serta masyarakat luas agar dilaksanakan sebagaimana mestinya,” kata Gus Yaqut.

Baca juga: Bupati Karanganyar Persilakan Gelar Shalat Id, Namun Prokes Harus Ketat

Berikut ketentuan panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 1442 H di saat pandemi Covid-19. Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dapat dilaksanakan di semua masjid dan mushala, dengan ketentuan maksimal 10 persen dari kapasitas, memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Lalu, kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian yang berpotensi terjadinya kerumuman yang bisa memicu sumber penularan Coid-19. Kemenag mendorong kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushala.

Untuk kegiatan shalat berjamaah di lokasi terbuka, Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H hanya diizinkan di daerah zona hijau dan kuning. Pada daerah dengan tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing, sejalan dengan fatwa MUI.

Baca juga: Menag: Shalat Id Boleh Dilaksanakan di Zona Hijau dan Kuning

Shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan dengan  ketentuan jamaah maksimal 50 persen dari kapasitas, panitia menggunakan alat pengecek suhu, lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat sholat di rumah dan Khutbah Idul Fitri maksimal 20 menit.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X