Polres Kebumen Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 2,15 Kwintal Serbuk Petasan

Nugroho
- Rabu, 5 Mei 2021 | 21:05 WIB
(suaramerdeka.com/Supriyanto)
(suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Polres Kebumen memusnahkan barang bukti hasil operasi kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Pemusnahan dilakukan secara simbolis usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di Alun-alun Kebumen, Rabu, 5 Mei 2021.

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi minunan keras dengan rincian Anggur Putih 143 botol, Anggur Kolesom 276 botol, Anggur Merah 572 botol, Anggur 500 sebanyak botol, Mension 98 botol, Vodka 525 botol, Bir 387 botol, Miras jenis Ramuan 421 liter dan Ciu 432 liter.

Pemusnahan secara simbolis, Forkopimda memecahkan botol Miras di dalam drum. Kemudian barang bukti lain yang dimusnahkan adalah 5.034 petasan, 215 kg serbuk petasan dan 39 lembar sumbu petasan. Untuk pemusnahan petasan dan serbuk petasan dilakukan oleh Tim Gegana Brimob Polda Jateng yang dilaksanakan di Pantai Setrojenar Buluspesantren.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil KKYD serentak yang digelar selama bulan Ramadan dari tingkat Polres hingga Polsek jajaran.

"Barang bukti yang kita musnahkan ini jika menyebar ke masyarakat biasa mengakibatkan potensi konflik di tengah masyarakat, serta tindak pidana," jelas AKBP Piter Yanottama didampingi Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH dan Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang dan Forkopimda Kebumen.

Meski telah dimusnahkan barang buktinya, namun KKYD dengan sasaran miras dan petasan masih terus dilakukan untuk memberikan rasa aman.

AKBP Piter Yanottama menambahkan, apel gelar pasukan ini untuk mengecek secara langsung kesiapan personel pengamanan. Beberapa cara bertindak yang telah dipersiapkan dalam pengamanan Operasi Ketupat Candi 2021, diantaranya menyiapkan pos penyekatan.

Pos penyekatan didirikan di empat titik di perbatasan di sekitar Kebumen. Selanjutnya Pos Pam yang bertugas, akan mengecek pemudik yang dalam masa pelarangan mudik mau memasuki Kebumen.

"Kami mengimbau kepada warga masyarakat untuk menunda mudik, serta mentaati aturan yang disepakati pemerintah daerah, yakni agar tidak membuka objek wisata selama tiga hari setelah lebaran, dan tidak menggelar hajatan nikahan selama tujuh hari setelah lebaran," ujarnya.
    
Perketat Pengawasan

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

X