Antisipasi Pemudik Nekad, Pemdes Banyubiru Siapkan 3 Rumah Singgah Khusus

Nugroho
- Selasa, 4 Mei 2021 | 12:14 WIB
(suaramerdeka.com/Ranin Agung)
(suaramerdeka.com/Ranin Agung)

BANYUBIRU, suaramerdeka.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang telah menyiapkan 3 rumah singgah khusus untuk pemudik. Pilihan itu diambil karena sudah ada warga Banyubiru yang mudik ke kampung halamannya. Warga yang mudik tersebut, selama ini beraktivitas di Jakarta, Denpasar, serta Jepang.

“Ada delapan orang pemudik yang sudah sampai di Banyubiru. Sementara tahun lalu tercacat ada 235 orang pemudik yang pulang ke Banyubiru, melihat tingkat kejenuhan masyarakat kami khawatir meski ada larangan mudik tetap saja ada gelombang mudik yang tinggi,” kata Kades Banyubiru, Anggoro, Selasa, 4 Mei 2021.

Tiga rumah singgah yang disiapkan itu memang statusnya rumah kosong tanpa penghuni. Tepatnya berada di RW I dan RW II Dusun Randusari, Desa Banyubiru. Adapun total tempat tidur yang siap mencapai 12 bed.

Fasilitas rumah singgah juga dilengkapi kamera pengintai yang bisa dilihat hasilnya melalui telepon seluler milik perangkat desa setempat.
Keberadaan rumah singgah sengaja diadakan dengan tujuan memisahkan pemudik yang terindikasi terpapar Covid-19 dengan warga setempat yang sehat. Untuk itu Pemdes Banyubiru mewajibkan semua warga pemudik menunjukkan surat keterangan sehat dan hasil rapid antigen. Ketika tidak melengkapi dirinya dengan syarat wajib tadi, maka siapa saja yang mudik wajib menjalani isolasi karantina mandiri selama tiga hari dengan pengawasan ketat tim medis dari Puskesmas Banyubiru.

Berbicara tingkat kerawanan penyebaran Covid-19, menurut Kades Anggoro, Desa Banyubiru tergolong mempunyai kerawanan yang tinggi. Mengingat wilayah ini merupakan jalur lintasan dari wilayah lain disamping warganya banyak yang bekerja di sektor industri. Data yang ada menyebutkan, sejak April 2020 hingga Desember 2020 tercatat ada 69 kasus warga yang positif Covid-19 di Banyubiru. Sementara sejak Januari 2021 hingga kemarin, sudah ada 30 kasus positif Covid-19.

Kaitannya dengan pemakaman khusus Covid-19, Kades Anggoro menerangkan, tahun kemarin ada tiga orang warga yang meninggal dunia. Demikian halnya sejak awal 2021 sampai kemarin tercatat sudah ada tiga warg Banyubiru yang meninggal dunia dengan status positif terkomfirmasi Covid-19.

“Total jumlah jenazah yang sudah dimakamkan di Banyubiru ada 10, empat diantaranya dari luar desa. Kami punya makam seluas 2.000 M2 khusus untuk pasien Covid-19," terangnya.

Editor: Nugroho

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X