Jokowi Tanya Terobosan Pendidikan, Begini Jawaban Nadiem

- Senin, 3 Mei 2021 | 09:12 WIB
Foto: BPMI Setpres/Rusman
Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA, suaramerdeka.com – Presiden Joko Widodo menanyakan apa saja yang telah dilakukan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim untuk mencapai pendidikan yang berkualitas. Pertanyaan itu disampaikan saat berdialog dalam siniar (podcast) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 pada Minggu (2/5). “Banyak terobosan penting Merdeka Belajar yang diluncurkan di masa pandemi,” jawab Nadiem.

Sebelumnya, mantan Bos Gojek itu menanyakan kemajuan dunia pendidikan seperti apa yang menjadi visi Presiden RI. “Pendidikan yang berkualitas dan kompetitif untuk semua. Inklusif sampai ke pinggiran, ke pelosok desa, ke pelosok Tanah Air,” jawab Presiden.

Nadiem lalu memaparkan kebijakan 10 episode Merdeka Belajar, di antaranya episode pertama salah satu dari empat pokok kebijkan mengubah Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN). Lalu episode ketiga skema dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semakin terasa manfaatnya. Episode kelima Guru Penggerak, dan Merdeka Belajar episode keenam transformasi dana pemerintah untuk pendidikan tinggi.

Baca juga: Nadiem Makarim Jadi Mendikbudristek, Berharap Peningkatan Kualitas Ristek Perguruan Tinggi

 “Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, kita akan mengadakan survei karakter, di mana nilai-nilai Pancasila dapat kita ukur dan kuantifikasi per sekolah. Isu-isu seperti intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan dapat kita ukur dan menjadi salah satu program big data pertama Indonesia,” jelasnya.

Saat Jokowi menekankan Indonesia adalah negara besar sehingga kebutuhannya pasti beragam, Nadiem mengingat apa yang pernah disampaikan Kepala Negara kepada dirinya, “keseragaman belum tentu keadilan”. Arahan ini mendorong sejumlah kebijakan yang lebih afirmatif dan berkeadilan sosial seperti Merdeka Belajar episode Kesembilan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dan dana BOS majemuk. “Bagus sekali. Inilah perubahan. Inilah lompatan yang sudah lama ingin kita lakukan,” kata Presiden mengapresiasi  kebijakan Merdeka Belajar.

Lalu,  Presiden bercerita tentang karakternya sebagai pelajar dulu yang manfaatnya dirasa hingga sekarang, yakni selalu belajar dari kesalahan, tidak pernah putus asa, dan saya senang berkompetisi.  

Baca juga: Kemendikbud dan LPDP Berkolaborasi, Cetak SDM Unggul via Perluasan Program Beasiswa

Jokowi mengakui sifat-sifat itu yang membuatnya berani memulai berwirausaha sebelum akhirnya menjadi pejabat publik. “Kalau kita tidak berani berbuat sesuatu yang kita tahu akan baik untuk perkembangan diri, bahkan baik untuk sesama, kita tidak akan pernah maju,” katanya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X