Menaker Minta Masyarakat Sinergi dalam Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan

- Sabtu, 1 Mei 2021 | 21:45 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah meminta kepada semua elemen masyarakat untuk bersinergi dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan. Menaker menyampaikan hal itu dalam peringatan hari Buruh atau May Day yang tahun ini mengambil tema: Recover Together.

"Recover together itu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Pemerintah membutuhkan kerja sama untuk recovery bersama-sama teman pengusaha yang didukung oleh pekerja," kata Ida Fauziyah, seperti yang dikutip dari Berita Satu, Sabtu, 1 Mei 2021.

Selain itu, Menaker juga mengajak para buruh merayakan Hari Buruh dengan aksi sosial yaitu dengan memberikan bantuan. Meski diakuinya, masih ada buruh yang merayakan Hari Buruh dengan turun di jalan.

"Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman pekerja/buruh melaksanakan May Day dalam bentuk yang berbeda. Masih ada teman-teman yang merayakan dengan turun di jalan,  tapi banyak temen-teman SP/SB yang merayakan dengan kegiatan sosial," kata Menaker Ida, seperti yang dikutip dari Liputan 6, Sabtu, 1 Mei 2021.

Menurut Menaker Ida, May Day adalah waktu mengekpresikan kegembiraan dan mengekspresikan nilai-nilai perjuangan buruh. Pemerintah tak pernah melarang seluruh kegiatan perayaan May Day tersebut, namun mengingatkan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam peringatan May Day tahun 2021 ini, Kemnaker bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan kepada 18.000  pekerja/buruh terdampak Covid-19 yang disalurkan di 34 provinsi.

 

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Digitalisasi Tetap Menjadi Kunci Pengembangan Daerah

Rabu, 22 September 2021 | 14:33 WIB

Bupati Kolaka Timur dan Lima Staf Terjaring OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 10:53 WIB

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB
X