Layanan QRIS untuk Pelaku Budaya Melalui Teknologi Transaksi Digital

- Kamis, 29 April 2021 | 20:46 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 menyebabkan hampir semua pelaku seni budaya kehilangan ruang untuk berekspresi. Sepanjang pandemi, banyak sekali program stimulus yang diberikan pemerintah kepada para pelaku seni budaya.

Namun salah satu kendala utama dalam penyalurannya adalah rekening bank. Karena banyak pelaku seni budaya yang tidak memiliki rekening pribadi dan menggunakan rekening orang lain (saudara/istri/anak) sehingga penyalurannya menjadi terkendala.

Pada tahun 2019, Institut Musik Jalanan (IMJ) menjalin kerja sama dengan salah satu Fintech dimana kerja sama ini memungkinkan semua musisi jalanan yang terkurasi mendapatkan QR Code guna mendapatkan fasilitas apresiasi via scan barcode melalui device masing-masing.

"QRIS yang didapatkan bisa dipergunakan untuk mendapatkan apresiasi baik kegiatan pertunjukan musik offline maupun via online," ujar Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Judi Wahjudin saat Taklimat Media secara virtual, Kamis (29/4).

Judi menceritakan bahwa sepanjang tahun 2020, IMJ bersama Ditjen Kebudayaan secara masif menjalankan berbagai program pertunjukan via online dengan menerapkan sistem apresiasi berbasis QRIS. Hal ini membuat para pelaku seni budaya lainnya tertarik untuk mendapatkan fasilitas QRIS resmi.

"Hal selaras dengan yang diamatkan dalam UU Pemajuan Kebudayaan yaitu upaya pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk pemajuan kerja-kerja kebudayaan. QRIS menjadi sarana transaksi keuangan yang lebih mudah diaplikasikan oleh para pelaku seni budaya yang selama ini agak kaku dengan sistem perbankan," terangnya.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah solusi yang sangat efektif. Para pelaku seni budaya di tantang untuk meningkatkan kreatifitas mereka untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

"Pertunjukan yang digelar bisa dilakukan di berbagai platform sosial media yang mereka miliki. Melalui sosialisasi QRIS yang baik, para pelaku seni budaya akan mendapatkan pengetahuan tentang digitalisasi keuangan, yaitu bagaimana tata kelola keuangan berbasis digital dan bagaimana pengelolaannya," tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa QRIS resmi yang didapatkan dapat dipergunakan sepanjang dibutuhkan. Baik menggelar pertunjukan secara langsung (Pembayaran tiket pertunjukan, apresiasian dll) maupun via online.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Atlet Program Semarang Emas Jalani Tes Fisik

Minggu, 28 November 2021 | 13:41 WIB

Banjir Bandang di Garut, 21 Rumah Rusak

Minggu, 28 November 2021 | 08:42 WIB

Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Jumat, 26 November 2021 | 23:03 WIB
X