BBPBAP Kembangkan Varietas Bandeng Kartini Asli Jepara

Andika
- Kamis, 29 April 2021 | 16:13 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melihat hasil pembenihan yang dilakukan oleh BBPBAP Jepara. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melihat hasil pembenihan yang dilakukan oleh BBPBAP Jepara. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka.com - Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara berhasil mengembangkan Bandeng Kartini yang merupakan varietas asli dari Jepara. Ikan dengan nama latin Chanos chanos, diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo menyampaikan, pembenihan ikan bandeng dilakukan di bak milik sendiri dengan perlakukan khusus. Kapasitas produksi yang dihasilkan mencapai 11.750 ekor benih per tahun. Adapun untuk kolam produksi konsumsi, mampu menghasilkan sekitar 16 ton per tahun.

''Bandeng Kartini ini telah kami lepas ke masyarakat. Saat ini dikembangkan di Desa Ujungwatu dan Clering, Kecamatan Donorojo,'' ungkap Sugeng saat menerima rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan di tambak milik BBPBAP Jepara, Kamis (29/4).

BACA JUGA : Saat Anak Muda Ambil Peran sebagai Petambak

Dia menjelaskan, BBPBAP Jepara selama ini mengeambangkan banyak komoditas perikanan dan kelautan. Selain bandeng, ada pembenihan udang vaname yang menghasilkan sekitar 36 juta ekor per tahun dan pembesaran dengan produksi 276 ton per tahun. Pembenihan udang windu dengan kapasitas produksi 8 juta ton per tahun. Pembenihan udang putih lokal yang menghasilkan 35 juta ekor per tahun dan pembesaran dengan produksi 10,5 ton per tahun.

Pembenihan lainnya adalah nila salin atau nila payau yang menghasilkan 1,2 juta ekor per tahun. Pembenihan Kepiting dan rajungan dengan produksi 1 juta ekor per tahun. BBPBAP Jepara juga mengembangkan budidaya rumput laut di tambak seluas 12.000 meter persegi sebnayak empat unit dengan kapasitas prosduksi mencapai 20 ton per tahun.

''Untuk menyuplai kebutuhan pakan, kami juga megembangkan pakan mandiri dengan bahan baku maggot yang juga dibudidayakan sendiri dan warga,'' terang Sugeng.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung tambak yang dikembangkan oleh BBPBAP Jepara. Ia juga meninjau langsung produksi maggot dan ikut melakukan penebaran benih kepiting. Dalam kesempatan itu, Sakti juga menyerahkan bantuan pemerintah berupa sarana bioflok ikan lele, klaster ikan bandeng, benih udang dan pakan mandiri, dan bantuan 1.000 paket sembako untuk nelayan.

Sakti menyampaikan, pengembangan potensi kelautan harus terus dilakukan. Laut menyimpan kekayaan yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia. Pengembangan perikanan adalah salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bersumber dari laut.

Halaman:

Editor: Andika

Terkini

X