Menag Tolak Dispensasi Khusus untuk Santri, Ini Alasannya

- Kamis, 29 April 2021 | 09:48 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pemerintah tidak akan memberikan dispensasi khusus kepada santri dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Langkah ini dilakukan demi terjaganya keselamatan jiwa bersama dari bahaya dan ancaman Covid-19.

Gus Yaqut  yang putra KH Muhammad Cholil Bisri itu mengakui kebijakan larangan mudik ini tidak mudah diterima oleh kalangan pesantren. Apalagi, lanjutnya, biasanya jelang Hari Raya Idul Fitri, rata-rata ponpes telah mengakhiri masa pembelajarannya.

Namun mudik santri bukan persoalan ringan dan bisa berdampak sangat serius. “Untuk itu kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orang tua santri untuk bisa memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19,” ujar pria kelahiran Rembang itu di Jakarta, Rabu (28/4).

Baca juga: Khofifah Izinkan Santri Jawa Timur Mudik, Ganjar Melarang

Menag mengingatkan mudik bagi santri bukanlah persoalan ringan. Pemulangan santri usai Lebaran juga memunculkan persoalan. Santri wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, karantina dan sebagainya sebelum benar-benar bersih dari virus. "Ini tentu membutuhkan banyak hal yang tidak mudah diselesaikan dalam tempo yang mepet," kata Menag.

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali saat ini, dibutuhkan kontrol ketat dalam pelaksanaan di lapangan.  Upaya mengontrol santri saat berada rumah juga bukan perkara mudah. Sebab jumlah mereka juga tak sebanding dengan petugas.

"Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai," jelas Gus Yaqut.

Baca juga: Kontroversi Pemulangan Santri, Ide Wapres dari PBNU

Menurut Menag pada masa libur mudik dan Lebaran berpotensi melambungkan kembali kasus Covid-19 di Indonesia. Untuk mengantisipasi, pemerintah telah berikhtiar dengan membuat kebijakan pengetatan dan pelarangan bagi seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Gus Yaqut mengingatkan kesuksesan upaya pengendalian Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021, banyak dipengaruhi sejauhmana masyarakat bisa mematuhi dengan baik isi aturan tersebut.

Melalui Surat Edaran (SE) No 04 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021,  Menag juga meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dalam rangka menjaga keselamatan jiwa pribadi, keluarga maupun lingkungan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Dispensasi Santri Tak Dikenai Larangan Mudik, Pemerintah Terkesan Tidak Serius

Dengan dasar tersebut, Gus Yaqut berharap semua masyarakat, termasuk kalangan santri untuk bisa memahami secara baik munculnya pelarangan mudik saat Lebaran tahun ini. Meledaknya kasus Covid-19 seperti di India dan Thailand beberapa hari terakhir juga menjadi pelajaran berharga agar semua masyarakat selalu waspada terhadap ancaman virus ini.

”Hukum mudik adalah sunah, sementara menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan adalah wajib. Untuk itu peniadaan mudik ini adalah upaya pemerintah dalam melindungi warga dari Covid-19,” kata Menag.

Menyusul tidak ada pelonggaran khusus kepada kalangan santri ini, Kementerian Agama secara aktif menyosialisasikan ke kalangan ponpes dan pemerintah daerah. Menag meminta para pengelola ponpes untuk bisa memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para santri dan orang tuanya. Dengan komunikasi aktif, Menag optimistis, kebijakan ini akan bisa diterima dengan  baik.

Menag meminta para pengelola ponpes untuk mengisi masa libur santri dengan membuat kegiatan-kegiatan di internal yang positif dan menyenangkan.  “Di pondok itu juga tidak kurang berkahnya dengan meningkatkan amaliah, belajar dan mengaji. Sebab itu, mari menunda dulu sejenak untuk bertemu keluarga agar semua terlindungi. Silaturahmi, sungkem di Hari Raya Idul Fitri juga bisa dilakukan melalui virtual tanpa  mengurangi makna,” kata Gus Menteri.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X