Arab Saudi Tolak Vaksin Covid-19 RI, Ini Klarifikasi Kemenkes

- Kamis, 29 April 2021 | 11:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Beradar kabar yang memicu polemik di masyarakat bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia tidak diakui di Arab Saudi. Kabar ini membingungkan jamaah umrah dan jamaah calon haji yang akan melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka menegaskan pemerintah Arab Saudi tidak pernah menyatakan pelarangan vaksinasi Covid-19 dengan merek tertentu bagi jamaah haji. Negara itu hanya menekankan jamaah umrah atau haji wajib divaksin sebelum kerangkatan tanpa menyebut merek vaksin tertentu.

“Kepada seluruh jamaah haji Indonesia, calon jamaah haji dan umrah, bahwa Arab Saudi itu tidak pernah menyatakan adanya larangan vaksin dengan merek tertentu,” kata Eka dalam Bahtsul Masail Perhajian di Ciawi, Bogor, Rabu (28/4).

Baca juga: Kasus Covid-19 India Tembus 350.000, Menkes Ingatkan Vaksinasi Tidak Membuat Kebal

Eka mengemukakan itu untuk menjawab kemunculan polemik di masyarakat terkait vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia. Alih-alih melarang pemakaian vaksin dengan dengan merek tertentu, Eka kata Eka, Arab Saudi lebih menekankan kewajiban calon jamaah haji dan umrah untuk divaksinasi Covid-19 sebelum masuk ke Arab Saudi. “Mereka hanya ingin agar sebelum berangkat ke Saudi, jamaah haji dan umrah itu perlu divaksinasi,” katanya.

Karenanya, Eka mengimbau calon jamaah haji untuk segera mengikuti program vaksinasi Covid-19. Program ini harus segera dilaksanakan untuk mempersiapkan diri apabila sudah ada penetapan kuota dari pemerintah Arab Saudi, maka calon jamaah haji telah siap secara kesehatan.  “Kepada jamaah haji dan umrah segera memvaksinkan diri di tempatnya masing-masing. Karena datanya sudah dimasukkan ke dalam P-care, dan nanti dapat  melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan yang tersedia,”ujar Eka.

Sebelumnya, Kemenkes telah menetapkan skema vaksinasi terhadap calon jamaah haji 2021 dengan membagi  ke dalam dua kelompok terdiri atas kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat rentan. "Rentan ini karena mereka melakukan perjalanan lintas negara. Hanya yang memenuhi syarat vaksinasi yang akan memperoleh vaksinasi Covid-19. Kalau ada komorbid, tentunya tidak akan dilakukan vaksinasi, penyuntikan tidak akan kita lakukan," jelasnya.

Eka menambahkan untuk pelaksanaan haji dan umrah di masa pandemi, seluruh jamaah haji diwajibkan untuk telah mendapatkan dua vaksinasi, yakni vaksinasi Covid-19 dan meningitis. “Pemerintah  Saudi, dalam hal ini Kementerian Kesehatan meminta agar seluruh jamaah haji dan umrah dilengkapi dengan bukti vaksinasi, yaitu sertifikat vaksinasi. Seperti halnya vaksinasi meningitis,” kata Eka.

Editor: Andika

Tags

Terkini

7 Fakta Meninggalnya Ameer Azzikra, Adik Alvin Faiz

Senin, 29 November 2021 | 18:55 WIB
X