Contohkan Perintah Megawati Saat Bencana NTT, Hasto: Pengaturan Siaga Bencana Itu Harus Detail

- Jumat, 23 April 2021 | 19:04 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, mengatakan pihaknya mendorong agar penanganan bencana di Indonesia harus dipikirkan hingga ke masalah detil.

Hasto mengungkapkan pihaknya belajar itu dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang selalu mengingatkannya. Urusan penanganan bencana, menurut Hasto, Megawati Soekarnoputri lebih heboh dari Pemilu, sebab terkait keselamatan rakyat. Dia lalu memberi contoh, bagaimana Megawati memberikan instruksi mendetil seketika mendengar bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini.

Minggu dini hari 4 April lalu, badai atau siklon tropis Seroja terjadi membuat seluruh masyarakat Indonesia terkejut. Kala air meluap menerjang rumah warga  hingga memakan korban meninggal dunia.Dan tidak lama dari kejadian itu pula, Hasto ingat betul instruksi Megawati kepadanya.

"Ibu detail instruksinya. Jangan lupa, untuk perempuan dan anak- anak. Harus lebih diperhatikan. Baik pakaian bersih yang memang khusus untuk perempuan dan anak, serta air bersih dan makanan yang dimasak," kata Hasto.

Hal itu diungkapnya saat menjadi moderator dalam Focus Group Discussion sekaligus launching Gerakan Budaya Siaga Bencana inisiasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Hasto melanjutkan, instruksi yang disampaikan Megawati juga mencakup permintaan agar seluruh kepala daerah asal PDIP ikut bergerak cepat. Semangat gotong royong tanpa membeda- bedakan, ditekankan betul oleh Megawati.

Saat itu, Megawati mengoordinasikan, supaya kepala daerah terutama di tingkat Gubernur, menyiapkan pusat komando di daerah. Tujuannya, dan selalu terus berulang disampaikan, agar kesadaran mengenai bencana harus menjadi perilaku masyarakat sehari - hari.

Tanggap darurat, reaksi cepat dan tepat, kata Hasto yang perlu disadarai oleh masyarakat terutama bagi kepala daerah mengingat posisi Indonesia berada di wilayah ring of fire atau cincin api.

"Agar mereka juga membantu adanya command center. Agar setiap informasi dari BMKG betul - betul dapat disebarluaskan dan membangun kesadaran. Bahwa kita hidup di wilayah bencana," ujar Hasto.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X