Reshuffle Kabinet, Presiden Jokowi Butuh Menteri Berkinerja Luar Biasa

- Jumat, 23 April 2021 | 08:12 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) nampaknya masih belum puas dengan kinerja jajaran menterinya. Buktinya, orang nomor satu di Indonesia itu kembali menggelindingkan wacana reshuffle kabinet.

Pengamat politik Karyono Wibowo menganggap wajar jika Presiden Jokowi kembali melemparkan wacana reshuffle kabinet. Ia menganggap bahwa Indonesia butuh menteri-menteri yang kinerjanya luar biasa di tengah tantangan luar biasa. Tantangan itu di antaranya menghadapi revolusi industri 4.0 juga kondisi ekstra ordinary pandemi Covid-19.

Menurut Karyono, ada enam menteri yang layak direshuffle oleh Jokowi, salah satunya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil. Sebab, sejauh ini Sofyan Djalil dinilai belum mampu menunjukkan kinerja yang spektakuler seperti yang diharapkan Jokowi.

Baca juga: Menteri Kena Reshuffle, Kenali Ciri-cirinya

"Ini sangat vital karena terkait dengan pertanahan nasional. Soekarno mengatakan bahwa keadilan hak atas tanah ibarat pohon tanpa akar, bangun gedung tanpa pondasi. Jadi negara wajib memenuhi kebutuhan warganya memiliki hak atas tanah dan harus dilindungi dari tangan industri," kata Karyono.

Sesuai dengan Perpres 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria menyebutkan bahwa Kementerian ATR/BPN harus melakukan penataan aset tanah atau obyek reforma agraria (Tora). Namun sayang, hal itu tidak dijalankan secara maksimal oleh Menteri Sofyan Djalil. "Padahal itu jelas dan tegas disebutkan dalam Perpres," ungkap Karyono.

Lebih lanjut dikatakan, sejauh ini yang dilakukan Menteri Sofyan Djalil hanya bagi-bagi sertifikat tanah. "Padahal yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar bagi-bagi sertifikat, tapi lebih dari itu," tandasnya.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet, Teten Masduki Dinilai Gagal Satukan Wadah Tunggal Koperasi

Mantan Sekjen BPN yang kini menjabat Tim Ahli Wakil Presiden, M Noor Marzuki juga mengakui reforma agraria sejauh ini belum berjalan maksimal. "Agenda reforma agraria ini sudah lama dicanangkan. Namun baru dimatangkan melalui Perpres 86 Tahun 2018," tutur Noor Marzuki.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X