Pandemi, Pelanggan Telkom Indihome Meningkat Signifikan

- Kamis, 22 April 2021 | 17:53 WIB
foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

BANDUNG, suaramerdeka.com - Jumlah pelanggan Telkom Indihome di wilayah Jabar memperlihatkan tren peningkatan berarti selama pandemi Covid-19. Sejumlah kebijakan kegiatan yang harus dilakukan secara daring mendorong pencapaian tersebut.

"Kami bukannya bersyukur atas situasi seperti ini. Tapi kondisi pandemi memang menyebabkan percepatan transformasi sehingga internet jadi kebutuhan," kata Executive Vice President Telkom Regional III Area Jawa Barat Sujito di Bandung, Kamis (22/4).

Peningkatan itu ditandai dengan jumlah pelanggan yang sudah mencapai 872 ribu. Lonjakan pertambahan pelanggan banyak terjadi pada sepanjang 2020. Prosentasenya mencapai 60 persen.

"Pelanggan baru ini dipicu kebutuhan yang mendesak seperti harus belajar online misalnya, ini tak hanya mencakup perkotaan saja, tapi juga desa-desa. Karenanya, potensi pelanggan di luar Kota Bandung masih cukup tinggi, dan ini jadi fokus kami untuk bisa digarap" jelasnya.

Selama ini, Bandung memang menjadi target utama penetrasi Telkom Indihome mengingat ceruknya yang besar. Di luar itu, pasarnya masih merata seperti Sukabumi, Cirebon, hingga Tasikmalaya. Untuk kesiapan jaringan, tak ada masalah mengingat prosentase cakupan sudah 80 persen dari total 5.500 desa.

Selain faktor pandemi, Sujito pun menyatakan bahwa kondisi itu ditunjang pula kesiapan dan antisipasi yang dilakukan pihaknya. Di antaranya kesipan jaringan fiber optik hingga perbaikan penanganan keluhan pelanggan serta edukasi penggunaan.

Khusus perbaikan keluhan pelanggan, Sujito menyatakan blak-blakan bahwa penyegaran yang dilakukan itu tak terlepas dari sentimen negatif yang muncul dari keluhan pelanggan. Bahkan tak jarang, mereka jadi sasaran bullying di sosial media sehingga jadi bulan-bulanan publik.

"Tak jarang, bisa tiap hari kita dibully, dari mulai kelamaan pasang dan gangguan. Karenanya, kita lakukan percepatan, gangguan bisa ditargetkan dalam 3 jam, dan itu sudah menyelesaikan kasus hingga 50-60 persen, dan  cakupannya akan terus ditingkatkan," katanya.

Lebih dari itu, pembaruan tersebut juga berhasil menekan sentimen negatif Indihome di sosial media. Semula, berdasarkan pantauan mereka dari command centre unit digital marketing operation, angkanya cukup tinggi sebesar 60 persen. "Kini angkanya turun 20 persen, dan banyak mengapresiasi perubahan ini," jelasnya.

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

X