Daftar Periksa PTM Terlalu Panjang, Ini Solusi Kemendikbud

- Rabu, 21 April 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Hingga saat ini belum semua sekolah mengisi daftar periksa sebagai syarat persiapan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM). Salah satu kendalanya adalah daftar periksa yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlalu panjang, sehingga sejumlah sekolah mendapat kesulitan.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur SMA (Kemendikbud), Purwadi Sutanto mengatakan untuk mendorong percepatan dan peningkatan jumlah sekolah yang siap melakukan PTM, Kemendikbud akan mengevaluasi daftar periksa supaya lebih ringkas, padat, efektif, dan efisien.

Dia mengakui beberapa hal yang menyebabkan sekolah belum mengisi daftar periksa, salah satunya karena begitu panjang daftar periksa yang harus diisi. Ke depan daftar periksa akan dibuat lebih singkat dan padat. Terlebih lagi sebenarnya, sebagian data yang dipertanyakan dalam daftar periksa sudah ada di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sudah diisikan sekolah secara berkala.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Layak Segera Dilakukan, Ini Pertimbangannya

"Kita perlu duduk bersama terkait banyaknya pertanyaan yang disampaikan dalam daftar periksa. Harusnya yang penting-penting saja sehingga sekolah bisa mengisi dengan cepat. Sebab kalau sering (berpengalaman) meminta data dari sekolah, data yang panjang lebar, (membuat) sekolah menjadi malas," katanya dalam Diskusi Pendidikan tentang Persiapan PTM Terbatas yang digelar Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadikbud) dan Kemendikbud, di Bogor.

Pada bagian lain, Purwadi menilai antusiasme satuan pendidikan untuk melakukan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) cukup besar dilihat dari jumlah sekolah yang memenuhi daftar periksa terus bertambah.  Namun masih ada sekolah belum mengisi daftar periksa sehingga menjadi bahan evaluasi Kemendikbud untuk mempercepat PTM Terbatas di semua sekolah dapat tercapai Juli 2021. 

“Saya menyampaikan salam hormat kepada guru-guru dan sekolah yang antusias untuk melakukan persiapan agar segera membuka PTM terbatas. Jumlah sekolah yang setiap hari mengisi daftar periksa dari Kemendikbud itu pun terus bertambah,” katanya.

Baca juga: 80,4 Persen Komite-KS SD Sepakat Pembelajaran Tatap Muka

Purwadi menegaskan kembali alasan penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), salah satu dorongan terkuatnya adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring tidak efektif. PJJ daring menimbulkan learning loss.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Sumpah Pemuda, Makna Angka 28 Menurut Feng Shui

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:03 WIB

Catat! Cuti Bersama Natal 2021 Resmi Dihapus

Rabu, 27 Oktober 2021 | 18:23 WIB
X