Hapus Teknologi Stereotipe Laki-laki, Tantangan Wanita Tangguh

- Rabu, 21 April 2021 | 12:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Jika seorang wanita ingin menjadi ‘’Kartini’’ yang tangguh dituntut mampu memanfaatkan teknologi dengan mengembangkan inovasi teknologi digital. Wanita dituntut mampu mengambil peran di segala bidang dan ilmu pengetahuan, serta mampu berdaptasi dan memberikan inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendorong wanita Indonesia mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan semangat RA Kartini, para wanita tangguh harus mampu menghapus teknologi itu stereotipe laki-laki.

Sekjen Mira menyatakan saat ini keterlibatan wanita sudah dirasakan di semua bidang dalam kehidupan sehari-hari dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan hukum politik, sosial, budaya. “Dan bahkan dalam bidang teknologi termasuk teknologi digital yang mungkin selama ini dipersepsikan atau di-stereotype-kan sebagai dunia laki-laki,” kata Mira dalam Webinar Peran Wanita dalam Era Transformasi Digital dalam rangka memperingati Hari Kartini, di Ruang Anantakupa Kantor Kominfo, Jakarta, Selasa (20/4).

Baca juga: Wanita Indonesia Didorong Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan

Mengutip data kajian World Economic Forum 2021, menunjukkan wanita hanya mengisi 14 persen dari total pekerja di sektor komputasi awan dan 32% di sektor data dan kecerdasan artifisial. Sekjen mengakui ketimpangan gender memang rentan terjadi di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan teknologi digital mutakhir.

“Kita banyak mendengar dan melihat bagaimana wanita sangat berperan dalam menjaga ketahanan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19 ini dengan bantuan teknologi digital. Jika dahulu Kartini berliterasi melalui surat, maka di era digital ini para Kartini modern dapat mengembangkan dunianya melalui teknologi digital,” tuturnya.

Ketahanan Keluarga

Menurut Sekjen Kementerian Kominfo semangat juang dan pemikiran Ibu Raden Ajeng Kartini sebagai sosok yang berpengaruh dalam menyuarakan hak wanita untuk mengembangkan potensi diri dan menekuni kemahiran profesional.

“Semangat itu terus bergelora pada setiap generasi. Bentuk implementasinya pun terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Kali ini menerjemahkan semangat tersebut ke dalam kondisi masa kini, di mana wanita harus mampu mengambil peran di segala bidang dan ilmu pengetahuan, serta mampu berdaptasi dan memberikan inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital,” tegasnya.

Selama masa pandemi, kata Mira, banyak kiprah wanita dalam keluarga atau dunia profesional yang kian menunjukkan banyak wanita tangguh di Indonesia. Melalui teknologi digital, banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para wanita untuk berkembang. Wanita berperan dalam menjaga ketahanan keluarga terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

‘’Bbagaimana para Ibu harus mengerjakan banyak hal atau multi-tasking menjadi guru dan mendampingi anak yang masih harus belajar dari rumah (school from home) sambil tetap melakukan video conference dan menyelesaikan pekerjaan kantor sesuai tenggat waktu, atau bagaimana para wanita dengan kreativitasnya mencoba bisnis secara online. Itulah wanita Indonesia, wanita yang tangguh,” tuturnya.

Sekjen Mira berharap webminar dapat menjawab apa saja tantangan wanita di era transformasi digital dan bagaimana mengatasinya, serta peluang dan peran bagi wanita di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan teknologi digital. “Sengaja kami hadirkan narasumber dari wanita-wanita hebat di bidang komunikasi dan informatika, serta ‘kartini-kartini inspiratif’ di lingkungan Kementerian Kominfo,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X