Masih 'Suspended Temporary', Jamaah Umrah RI Belum Bisa Masuk Arab Saudi

- Sabtu, 17 April 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum mengubah kebijakan terkait dengan izin untuk jamaah umrah dari Indonesia. Dengan demikian, jamaah umrah RI belum mendapat izin masuk Tanah Suci untuk menjalankan serangkaian ibadah umrah.

“Kami masih masuk dalam kategori 20 Negara yang Suspended Temporary oleh pemerintah Saudi,” kata  Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Farid Aljawi di Jakarta, Kamis (15/4).

Farid mengatakan untuk jamaah umrah Indonesia, sampai saat ini belum ada perkembangan kebijakan apa pun. Perkembangan kebijakan itu berdasarkan informasi yang dirangkum dari laman resmi di twitter Kementerian Haji Saudi dan aplikasi Tawakkalna.

Baca juga: Arab Saudi Beri Izin Umrah Awal Ramadan, DPR Berharap Kemenag Menindaklanjuti

Kendati demikian, kata Farid, pihaknya harus tetap memperbarui informasi terhadap perkembangan kebijakan umrah di Saudi saat ini. Pemerintah Saudi, lanjut Farid, memberi perhatian pada digitalisasi proses umrah sebagai pengetatan dan pengendalian umrah di masa pandemi ini.

Farid menjelaskan, sebagai bentuk pencegahan pelanggaran, pemerintah Saudi menerapkan denda yang cukup serius untuk setiap pelanggaran, seperti denda 1.000 Saudi Riyal (SR) bagi yang mengunjungi Masjidil Haram tanpa tasreh dan denda 10.000 SR bagi yang melaksanakan umrah tanpa tasreh.

Pemerintah Saudi telah mempublikasi tata cara di media sosial twitter dengan nama akun TawakkalnaApp dan HajMinistry bagi jamaah yang hendak umrah, shalat di Haramain dan mengunjungi Masjid Nabawi serta ke Raudhah melalui aplikasi Eatmarna. Termasuk untuk keperluan transportasi, jamaah bisa memesannya melalui Aplikasi.

Lewat aplikasi Eatmarna inilah, kata Farid, para muktamir (jamaah umrah) akan diberikan izin masuk. Karena itu, silakan unduh aplikasi eatmarna dengan register menggunakan identitas paspor, nomor HP dan identitas lainnya.

“Hanya saja, hal ini belum pernah diterapkan untuk jamaah Indonesia, dan kemungkinan akan diterapkan jika semua pengunjung satu pintu melalui aplikasi,” kata Farid yang menegaskan sekalipun belum ada kebijakan terbaru dari pemerintah Saudi untuk Indonesia, pihaknya tetap melakukan update terhadap perkembangan terkini terkait kebijakan umrah di Saudi.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X