Pemenuhan Hak Difabel Belum Optimal, Ada Sejumlah Kendala

Andika
- Sabtu, 17 April 2021 | 05:55 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SLEMAN, suaramerdeka.com - Perlindungan dan pemenuhan hak difabel selama ini dipandang belum optimal. Sebagai upaya mewujudkan hal itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sembada menginisiasi kerja sama dengan Komite Disabilitas DIY. 

Rintisan kerjasama diawali  kunjungan tim LBH Sembada ke kantor komite di Papringan, Depok, Sleman, Jumat (16/4). Selanjutnya dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan penandatanganan MoU "Di dalam MoU akan disebutkan beberapa kesepakatan bahwa kami menjadi salah satu lembaga rujukan pendampingan hukum bagi Komite Disabilitas DIY," kata pembina LBH Sembada Sapto Nugroho Wusono.

Sapto yang juga bagian anggota Komite Disabilitas DIY berharap, kedua lembaga dapat saling bersinergi untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. Keduanya pun memiliki kesamaan visi misi dalam hal pendampingan hukum. Direktur LBH Sembada Henrikus Indhayana Yudha Prasetya menambahkan, pendampingan tersebut diberikan secara cuma-cuma. Selama ini, lembaganya cukup sering memberikan advokasi bagi perempuan, anak, dan disabilitas.

"Kendala yang sering terjadi adalah korban merasa takut untuk melapor karena mungkin diancam atau faktor biaya. Karena itu, kami dampingi supaya proses hukum dapat berjalan sesuai aturan," ujarnya.

Ketua Komisi Disabilitas DIY Farid Bambang Siswantoro mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama ini. Terlebih saat ini tengah menyongsong DIY sebagai daerah ramah disabilitas tahun 2024. Sehingga, banyak hal yang harus digerakkan secara simultan di berbagai lini. "Kerja sama dengan LBH Sembada ke depan berkaitan dengan penegakan hukum. Ada irisan yang pas antar lembaga kami," ucapnya.

Hal yang cukup mendesak untuk ditangani dalam waktu dekat menyangkut persoalan KDRT, dan pelecehan seksual. Dua kasus itu cukup menonjol dialami oleh penyandang disabilitas. Langkah kerjasama tersebut diharapkan bisa menjadi preseden baik supaya penyandang disabilitas tidak lagi cenderung mengambil sikap nrima ing pandum ketika berhadapan dengan masalah hukum.

Editor: Andika

Terkini

Viral! Edy Mulyadi Hina Kalimantan, Begini Sosoknya 

Senin, 24 Januari 2022 | 14:34 WIB
X