Warga Rantau Pandan Tolak PT KBPC, Serobot Lahan dan Diduga Ilegal

Red
- Sabtu, 10 April 2021 | 22:30 WIB
(istimewa)
(istimewa)

JAMBI, suaramerdeka.com - Warga Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi menolak keberadaan perusahaan tambang PT KBPC, karena telah menyerobot lahan warga dan diduga melakukan penambangan ilegal. Bahkan warga menyebut perusahaan tambang itu menyerobot lahan dengan cara menggandakan sertifikat tanah warga.

"Perusahaan ini tidak jelas. Tidak ada izin tambang, ilegal dan menyerobot lahan warga," ujar tokoh masyarakat Dusun Rantau Pandan, Husaini, seperti yang dikutip dari Berita Satu, Sabtu, 10 April 2021.

Menurutnya, warga juga telah meminta kepada pemda, dan aparat TNI-Polri untuk menindaklanjuti dugaan illegal drilling dan perampasan hak warga yang dilakukan oleh perusaahan tambang batu bara tersebut. Selain itu warga juga meminta perusahaan tambang itu berhenti beroperasi.

Sumber lain dari seorang tokoh pemuda Batang Bungo, Mardedi Susanto, bahwa izin perusahaan tambang tersebut sudah dicabut beberapa waktu lalu.

"Setahu saya itu perusahaan di dalam tempat dia bekerja PT Nusantara Termal Coal (NTC) dan IUP (izin usaha pertambangan) izin NTC itu, di tahun 2015 sudah dicabut. Sementara dari pihak KBPC selalu mengeruk di wiliayah IUP NTC sehingga kami masyarakat sekeliling atau seputaran tambang merasa dirugikan," ujarnya.

Sebelumnya, akses jalan yang dilalui kendaraan angkutan batu bara PT Karya Bungo Pantai Ceria (KBPC) diblokir oleh atusan warga Dusun Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kamis, 8 April 2021.
 
Mengutip dari JambiEkspres, warga beralasan menutup jalan ini karena sangat resah dengan kehadiran tambang yang dinilai tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Selain itu, warga juga merasa terganggu dengan kendaraan PT KBPC yang melintasi jalan dusun mereka.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X