Porsi Haji Khusus Tetap 8 Persen, Akan Diberangkatkan Sesuai Aturan

- Sabtu, 10 April 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi H Dasir mengatakan berapa pun kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia, sesuai amanah UU, jamaah haji khusus tetap mendapat porsi 8 persen dari total kuota haji nasional.

Khoirizi menegaskan apabila Saudi memberikan kuota haji, beberapa pun kuota yang diberikan untuk Indonesia, Kemenag dan Komisi VIII DPR berkomitmen akan memberangkatkan sesuai aturan. Yang kedua, waktu terus berjalan, sehingga perlu dirumuskan opsi-opsi skenario penyelenggaraan berdasarkan asumsi kuota dan ketersediaan waktu.

Ketiga, lanjut Plt Dirjen PHU, perhitungan biaya protokol kesehatan dan skema pembiayaan perlu dimatangkan. Keempat, kesiapan jamaah haji, mengingat mayoritas (63 persen) jamaah Indonesia adalah lansia, di atas 60 tahun. Ini perlu diperhatikan jika ada ketentuan pembatasan usia dan jamaah dengan penyakit bawaan.

Baca juga: Biaya Haji 2021 Kemungkinan Naik, Ini Faktor Pemicunya

"Kita berharap jamaah haji bisa mengukur kemampuannya, baik terkait aspek pengetahuan ibadah maupun kondisi kesehatan," tegas Khoirizi saat membuka Focuss Group Discusion (FGD) Mitigasi Risiko Permasalahan Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus di Depok, Jumat (9/4).

Sembari menunggu kebijakan resmi dari Arab Saudi, Ditjen PHU bersama Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mematangkan rumusan mitigasi risiko penyelenggaraan haji khusus di masa pandemi. Menurut Khoirizi sampai saat ini belum ada negara yang sudah mendapat informasi dari Arab Saudi terkait kepastian pemberangkatan jamaah haji. Namun, persiapan tetap harus terus dilakukan, baik untuk haji reguler maupun haji khusus.

"Ada atau tidak ada kepastian keberangkatan jamaah, persiapan harus terus dilakukan. Sebab, pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jamaah haji menjadi amanah undang-undang," tegasnya.

Baca juga: Tahun Ini Kemungkinan Haji Ifrad, Ini Penjelasan Menag Yaqut

Menurut Plt Dirjen PHU ada sejumlah hal yang dibahas dalam penyiapan proses mitigasi antara lain mencakup opsi dan skenario penyelenggaraan ibadah haji berdasarkan asumsi kuota, skema penerbangan, apakah memberlakukan transit atau langsung, termasuk juga terkait karantina.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X