PTM, Kesiapan Guru Mengajar Daring dan Luring Harus Dimatangkan

- Kamis, 8 April 2021 | 21:31 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Selain itu, untuk memberikan menu yang berbeda-beda untuk setiap peserta didik sesuai dengan minat/bakatnya, dan  menumbuhkan karakter yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, mandiri, gotong-royong, bernalar kritis, komunikatif, kreatif, memahami kebhinekaan dan berwawasan global.

Gerakan ini diinisiasi dan merupakan kolaborasi dari Center for Education Regulations & Development Analysis (CERDAS), Vox Populi Institute Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, yang didukung oleh mitra-mitra seperti Epson, Microsoft, Link Net, Rumah Juara, dan Pandi.id.

Dikatakan Indra, yang juga praktisi pendidikan itu, selama PJJ berlangsung, pihaknya sudah berhasil mentransformasi banyak sekolah untuk mengimplementasikan pembelajaran dengan paradigma baru. Sehingga Learning Loss yang sering disebut oleh Kemendikbud dapat diubah menjadi Learning Gain.

"Bukti sudah banyak, bisa dilihat di channel YouTube Pendidikan Vox Point, tinggal sekarang diduplikasi secara terstruktur, masif, dan sistematis di satu provinsi yang kebetulan tidak ada kendala dengan jaringan,"

Diharapkan, semua proses untuk membentuk paradigma baru bagi para guru dapat berjalan dengan lancar. "Semua ini demi generasi penerus bangsa. Pandemi tidak pandemi mereka tetap harus dididik dengan baik dan sesuai dengan zamannya. Kalau Kemendikbud tidak bergerak, kami harus proaktif melakukan perubahan. Jika di DKI sukses, maka akan diimplementasikan di daerah-daerah lain," imbuh Indra.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan, para guru disiapkan untuk menghasilkan beraneka ragam portofolio siswa. "Mereka (para guru)akan mendapatkan sertifikat pelatihan selama 96  jam pertemuan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Sementara itu, Nur Pawaidudin, Kabid Madrasah Kanwil Kemenag DKI Jakarta mengungkapkan, gerakan ini sangat terbuka dan transparan, siapapun pendidik di wilayah DKI Jakarta dapat ikut serta baik di madrasah maupun sekolah.

"Ini merupakan gerakan bersama, sehingga tidak membebani pihak manapun baik dari segi anggaran, waktu, maupun energi, karena seluruhnya dilaksanakan secara daring dan sangat fleksibel,” tambah 

Lebih lanjut Indra menjelaskan, berdasarkan pengalaman yang sudah pernah dilakukan, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk bisa mengubah mindset dan kebiasan para guru.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB

PMI DIY Salurkan Bantuan bagi Korban Erupsi Semeru

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:28 WIB

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB
X