Biaya Haji 2021 Kemungkinan Naik, Ini Faktor Pemicunya

- Kamis, 8 April 2021 | 12:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah hingga saat ini belum menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1442 Hijriah tahun 2021. Menurut Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Dasir biaya haji tahun ini masih dibahas secara intensif oleh Panja Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR.

Namun, Khoirizi mengisyaratkan ada kemungkinan kenaikan BPIH tahun ini karena tiga faktor yang memengaruhi, yakni kenaikan kurs dolar AS, kenaikan pajak dari 5 persen menjadi 15 persen, serta keharusan penerapan protokol kesehatan. "Haji di masa pandemi mengharuskan pemeriksaan swab, jaga jarak dan pembatasan kapasitas kamar, juga ada karantina dan lainnya. Itu semua tentu berdampak pada biaya haji," kata Khoirizi, Rabu (7/4).

Menurutnya pembahasan biaya haji masuk dalam tahapan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji di masa pandemi. Pembahasan dilakukan sembari menunggu informasi resmi terkait kepastian kuota pemberangkatan jamaah haji tahun ini dari Arab Saudi.

Baca juga: Tahun Ini Kemungkinan Haji Ifrad, Ini Penjelasan Menag Yaqut

Oleh karena itu, Kemenag merancang pembahasan biaya haji dilakukan dengan asumsi-asumsi kuota sesuai dengan skenario yang telah dirumuskan. "Karena belum ada kepastian kuota, maka pembahasan biaya haji berbasis pada skenario yang bersifat asumtif, mulai dari kuota 30 persen, 25 persen, 20 persen, bahkan hingga hanya 5 persen," kata Khoirizi.

Dia menegaskan pihaknya bersama Komisi VIII terus berupaya mempersiapkan layanan terbaik untuk jamaah. Misalnya, untuk mengurangi mobilitas, tahun ini rencananya konsumsi akan diberikan tiga kali sehari, sehingga, jamaah tidak perlu keluar untuk mencari makanan. "Kemenag bersama Komisi VIII terus berusaha untuk semaksimal mungkin, kalaupun ada kenaikan biaya haji, hal itu tidak memberatkan jamaah," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan jajarannya agar mempersiapkan skenario penyelenggaraan haji secara komprehensif untuk mewujudkan tujuan beribadah dan keselamatan jamaah haji di tengah pandemi Covid-19. "Siapkan secara detail. Saya harap pelaksanaan haji benar-benar detail persiapannya. Jangan ada yang terlewat sedikit pun, karena terkait keselamatan jamaah. Demi keselamatan jamaah, siapkan haji sedetail mungkin," kata Gus Menteri.

Baca juga: Heboh Kuota Haji 30 Persen, Begini Klarifikasi Konsul Haji KJRI Jeddah

Sementara Khoirizi menambahkan bahtsul masail akan membahas sejumlah persoalan manasik dalam konteks penyelenggaraan haji di masa pandemi. Menurutnya, kondisi pandemi meniscayakan adanya pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Kondisi ini akan dikaji dan dibahas bersama dalam perspektif fikih manasik haji.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Liga Italia Pekan 23: Waktunya AC Milan Vs Juventus

Sabtu, 22 Januari 2022 | 06:26 WIB
X