Hasilkan Uang dari Masker-Kerudung Ecoprint

- Kamis, 8 April 2021 | 01:07 WIB
SM/Merawati Sunantri : SOSIALISASIKAN ECOPRINT : Gubernur Ganjar Pranowo menyosialisasikan ecoprint di SMP 1 Jogonalan,didampingi Bupati Klaten Sri Mulyani.(24)
SM/Merawati Sunantri : SOSIALISASIKAN ECOPRINT : Gubernur Ganjar Pranowo menyosialisasikan ecoprint di SMP 1 Jogonalan,didampingi Bupati Klaten Sri Mulyani.(24)

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiapkan generasi muda agar mampu berwirausaha. Salah satunya, SMP I Jogonalan, Klaten yang membekali siswa dengan ecoprint teknik pukul.

BEBERAPA orang terlihat memakai beberapa kerudung dan masker dengan corak unik dan menarik. Kerudung dan masker itu bermotif daun-daun, bunga, serta kayu dengan warna alami. Motof kain itu dibuat dengan teknik pukul ecoprint. SMP 1 Jogonalan Klaten melihat kemudahan membuat ecoprint sebagai peluang untuk mengembangkan keterampilan siswanya. Selain bahan mudah didapat dan tidak perlu membeli, hasilnya juga mempunyai nilai jual yang tinggi. Kegiatan itu bermula saat Sedah Kurniawati, guru IPA mengunggah karya ecoprint-nya di Instagram. Unggahan itu dilihat Kepala SMP 1 Jogonalan Endah Sulistyowati.

Dia segera meminta Sedah menularkan ketrampilan pada para siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler. ”Saya pernah mendapat pelatihan ecoprint, tapi karena banyak kesibukan belum sempat mengembangkan. Suatu hari saya lihat di Instagram Bu Sedah upload ecoprint, terus saya minta dia mengajari siswa,” kata Endah. Rencananya, ecoprint mulai diajarkan dalam ekstrakulikuler. Namun karena ada pandemi, jadi belum bisa maksimal. Pesertanya baru anak kelas IX, itu pun belum banyak karena pelajaran tatap muka ditiadakan. Tahun ini, ecoprint digiatkan lagi meski masih sangat terbatas karena pelajaran masih via virtual. Siswa diajarkan membuat ecoprint sederhana, yakni dengan teknik pukul. Kain hasil ecoprint dibuat menjadi masker, kerudung, dan sarung bantal. Hasilnya dijual.

Mudah

”Kami ajarkan yang mudah dulu, yakni membuat masker dengan cara menempelkan daun untuk motif di atas kain putih polos, kemudian dipukul-pukul menggunakan palu kayu agar warna alaminya meresap ke kain. Cara ini harus telaten,” kata Sedah Kurniawati. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir pada Webinar Peringatan Hari Air Sedunia di SMPN 1 Jogonalan, 29 Maret 2021 lalu, berkenan meresmikan ecoprint SMP 1 Jogonalan. Bahkan, Ganjar dan Bupati Klaten Sri Mulyani empat mencoba teknik pukul dengan membuat motif daun yang dipukul-pukul dengan palu kayu. Bupati juga memberikan apresiasi dan dukungan. ”Semoga ekstrakulikuler ecoprint berjalan baik dan terus berkembang. Inti bisa menambah ketrampilan siswa dan bisa menjadi modal untuk berwirausaha,íí kata Ganjar sambil melihat beberapa karya siswa yang dipamerkan pada kegiatan tersebut. Sedah menambahkan, ada beberapa teknik ecoprint. Selain dipukul-pukul, ada pula yang dikukus atau teknik iron blanket. Sumber pewarnanya pun beragam, bisa memakai daun-daunan, rumput, kelopak bunga, dan kayu. Medianya tak hanya kain, bisa juga kulit tapi tingkat kesulitannya lebih tinggi.

”Setelah dipukul-pukul sampai warnanya menempel di kain, kemudian didiamkann 7 hari dan direndam larutan tawas 5 menit dan dijemur. Setelah jadi, jangan dicuci dengan detergen, lebih baik memakai sabun mandi atau klerak, agar warnanya tidak pudar,” kata dia. Kain yang digunakan sebaiknya katun atau mori, bisa juga dari sutera karena berasal dari serat alam. Hasilnya bisa bagus.

Pewarna kain pun menggunakan bahan alami, seperti kunyit atau kayu. ”Tiap daun memunculkan warga berbeda, misalnya daun jati memunculkan warga ungu. Kombinasi bahan pewarna dan daun yang digunakan bisa memunculkan warga berbeda,” kata Sedah yang mendapat keterampilan ecoprint dari suaminya. Endah Sulisytowati berkeinginan agar siswa tidak hanya belajar materi akademik di SMP 1 Jogonalan yang termasuk sekolah Adiwiyata, namun juga mengembakan ekonomi kreatif. ”Guru dituntut kreatif dalam mengembangkan ketrampilan siswa, jadi jangan hanya mengajar dan menilai hasil ulangan di kertas saja. Kami fokus pada pengembangan life skill agar bisa menjadi bekal setelah lulus. Saya berharap, mereka bisa berwirausaha dan sukses,” ujar dia. Selain ecoprint, SMP 1 Jogonalan juga mengembangkan program sejuta anggrek, hidroponik, budi daya lele, dan pengolahan abon lele.

Dengan begitu, siswa akan termotivasi untuk berwirausaha dengan mengembangkan ketrampilannya, secara kreatif dan penuh inovasi. (Merawati Sunantri-41)

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X