Usulan Doa Semua Agama, Gus Yaqut: Hanya untuk Forum Internal Kemenag

- Rabu, 7 April 2021 | 10:30 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa usulnya soal doa semua agama hanya berlaku untuk forum di internal Kementerian Agama. "Saya ulang ya, ini untuk forum internal sebesar rakernas di Kemenag. Tidak untuk acara-acara formal di luar itu. Apalagi acara-acara kenegaraan," kata Yaqut dalam keterangan tertulis Selasa 6 April 2021.

Yaqut menambahkan di kementerian agama bukan hanya Islam saja. Tapi agama lain juga ada sehingga semua harus didekatkan kepada Tuhannya.  Akibat usulan tersebut muncul pro dan kontra dari beberapa kalangan. Pengamat sosial keagamaan Anwar Abbas menyebut apa yang diusulkan Yaqut tak sesuai dengan kaidah-kaidah toleransi di Indonesia .

Menurutnya segala sesuatu sepatutnya dilihat berdasarkan pada tempatnya. Dia mencontohkan bahwa daerah dan tempat yang mayoritas orang Islam tak dipersoalkan berdoa menurut agama Islam. "Dan yang non-Islam silakan menyesuaikan diri untuk juga berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing," kata Wakil Ketua MUI tersebut.

Baca juga: Kemenag Terbitkan Edaran Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf juga angkat bicara. Ia mengaku tak memahami logika hukum yang dipakai Menag. Dia berpendapat ritual doa adalah praktik keagamaan yang memiliki keyakinan dan aturan masing-masing. Sehingga, apabila praktik ritual tersebut dicampuradukkan dengan keyakinan lain atas dasar logika toleransi yang keliru, maka akan menyalahi ajaran yang telah termaktub dalam masing-masing agama.

Bukhori pun meminta Menag Yaqut untuk mendiskusikan usulan itu lebih dulu bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi munculnya sentimen masyarakat terhadap Kementerian Agama mengingat persoalan agama adalah perkara sensitif bagi sebagian kalangan umat beragama. Sementara itu Ketum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom mengapresiasi kepedulian Menag yang sejatinya memang melayani semua agama.

Namun ia meminta praktik pembacaan doa dari semua agama itu dipikirkan baik-baik. Gomar menilai sudah ada protokol baku yang selama ini dipraktikkan oleh banyak pihak.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X