Arab Saudi Buka Izin Umrah Terbatas, Usia 18-60 Tahun

- Rabu, 7 April 2021 | 11:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawai untuk jamaah umrah setelah beberapa waktu dihentikan untuk menekan kasus Covid-19 di Tanah Suci tersebut.

Namun Arab Saudi memberikan tiga syarat bagi jamaah yang ingin melaksanakan umrah. Yakni, jamaah harus sudah mendapat vaksinasi dua kali dosis, kemudian bagi jamaah yang baru mendapat satu kali dosis vaksin setidaknya penyuntikan sudah dilakukan 14 hari sebelum melaksanakan umrah. Syarat yang ketiga yakni jamaah yang sudah sembuh dari virus Covid-19.

Dengan demikian, izin umrah masih diberikan secara terbatas dan melalui prosedur perizinan sangat ketat. “Saudi akan membuka izin umrah mulai awal  Ramadan 1442H,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali sebagamana dikutip laman resmi Kemenag RI pada Selasa (6/4).

Baca juga: Kabar Kuota Haji Dibatasi, Ditjen Haji dan Umrah Sudah Siapkan Skenario

Menurut Endang, pendaftaran e-visa umrah bisa dilakukan melalui aplikasi Eatamarna dan Tawakalna.  Aplikasi ini tetap terbuka dan dapat diakses oleh penyelenggara umrah untuk negara yang diizinkan jamaahnya masuk ke Arab Saudi.  “Izin umrah dibuka bagi warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang saat ini tinggal di Arab Saudi,” katanya.

Calon jamaah umrah yang akan mendaftar, lanjut Endang, diwajibkan sudah divaksin. Selama di Arab Saudi, mereka diharuskan menerapkan protokol kesehatan ketat. “Untuk pembatasan usia jamaah umrah, masih diberlakukan 18 - 60 tahun, kecuali bagi warga Saudi menjadi sebelum 70 tahun,” tandasnya.

Sementara itu Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi penyiapan manasik di masa pandemi menjadi bagian dari mitigasi penyelenggaraan haji. “Apa dan bagaimana manasik haji di masa pandemi, akan kami bahas bersama dengan para ulama dan pakar Fiqih dalam format Bahtsul Masail,” kata Khoirizi di Bekasi, Selasa (6/4).

Baca juga: Heboh Kuota Haji 30 Persen, Begini Klarifikasi Konsul Haji KJRI Jeddah

Menurut Direktur Bina Haji itu, pelaksanaan ibadah haji akan banyak mengalami penyesuaian seiring adanya kewajiban penerapan protokol kesehatan. Penyesuaian itu juga sudah dilakukan oleh Arab Saudi dalam pelaksanaan ibadah umrah.

“Ada berbagai hal yang sebelumnya dapat dilakukan di musim normal, tidak dapat dilakukan atau disesuaikan di masa pandemi. Masalah-masalah keagamaan yang terjadi sebagai dampak pandemi ini perlu dikaji. Salah satu tujuan syariat agama adalah menjaga jiwa (hifdz an-fas). Oleh sebab itu, perlu dicari satu formula agar pelaksanaan agama (hifz ad din) sejalan dengan tujuan menjaga jiwa (hifdz an-fas),” katanya.

Kasubdit Bimbingan Jamaah Arsyad Hidayat menambahkan Bahtsul Masail akan melakukan kajian tentang dampak kebijakan penanganan Covid-19 terhadap aspek-aspek ibadah dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Selain itu, forum ini akan melakukan kajian solusi hukum yang memberikan jaminan keabsahan pelaksanaan ibadah dan memberikan kemudahan dan ketenangan kepada jamaah haji

“Hasil bahtsul masail ini akan kami susun menjadi buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Masa Pandemi untuk didistribusikan kepada jamaah haji,” jelasnya. Bahstul Masail ini akan diikuti akademisi, perwakilan ormas Islam, forum komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus, serta para pemerhati dan praktisi haji.

Halaman:
1
2

Editor: Andika

Tags

Terkini

X