Bencana Siklon Tropis Tinggi, Pakar: Pengetahuan Bencana Sebaiknya Disosialisasikan

- Rabu, 7 April 2021 | 10:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

Pertumbuhan siklon dimulai dari gangguan tropis, depresi tropis, badai tropis, dan kemudian menjadi siklon tropis. Pada saat pertumbuhan mencapai badai tropis sehingga dinamakan siklon tropis. Pada kondisi siklon tropis, kecepatan angin mencapai 64 knot atau 74 meter per jam. Dampak yang ditimbulkan berupa hujan yang lebat, angin kencang, serta gelombang laut yang besar atau storm surge.

“Beberapa penelitian menyebutkan wilayah terdampak sampai 50/km dari pusat siklon,” kata Emilya yang mengungkapkan peluang terbentuk siklon di Indonesia sebenarnya cukup kecil karena suhu permukaan laut wilayah Indonesia cukup rendah dan efek coriolis pun relatif kecil.

Baca Juga: BMKG: April 2021, Hujan Lebat Disertai Angin Puting Beliung Masih Terjadi

Meski demikian dalam beberapa tahun terakhir siklon semakin sering terbentuk, terutama pada periode transisi dari musim penghujan ke musim kemarau atau musim kemarau ke musim penghujan. Kondisi ini ditengarai terjadi akibat perubahan iklim yang meningkatkan suhu permukaan laut. “Di perairan selatan dan utara Indonesia cukup banyak siklon terbentuk, dalam setahun bisa 5-8 siklon dengan kecepatan yang berbeda dan dampak yang berbeda,” katanya.

Sejak adanya Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC), kata dia, deteksi dini siklon telah dilakukan dengan baik. Bibit siklon sudah dapat dideteksi menggunakan citra satelit ataupun radar pada saat bibit siklon terbentuk dengan tingkat perkembangan sebagai gangguan tropis.

Arah pergerakan dan kecepatannya pun bisa dideteksi sehingga bisa diperkirakan waktu serta kecepatan siklon tersebut tiba di daratan untuk sistem mitigasi. Namun, meski prediksi siklon bisa dilakukan, masih ditemukan kesulitan karena beberapa siklon terkadang berbalik arah. Di samping itu, kesiapan mitigasi setiap daerah berbeda-beda. “Perlu kerja sama yang lebih solid lagi antara BMKG yang punya early warning dan Pemda yang melaksanakan mitigasi di daerah masing-masing,” kata Emilya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X