Sekolah Tatap Muka Wajib, Target Vaksinasi Pendidik Rampung Juni

- Kamis, 1 April 2021 | 11:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan mewajibkan semua sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai 1 Juli mendatang, setelah semua guru dan tenaga pendidikan menerima vaksin Covid-19. Kewajiban penyelenggaraan PTM itu tertuang dalam SKB Empat terbaru.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan untuk mendukung pembelajaran tatap muka mulai 1 Juli mendatang pemerintah memastikan para tenaga pendidik pun akan mendapatkan vaksin Covid-19. Vaksinasi kepada tenaga pendidik ditarget dapat selesai pada Juni 2021 mendatang. 

Wiku menegaskan untuk vaksin para tenaga pendidik atau guru tersebut, pemerintah menargetkan sebanyak 5,8 juta orang akan berpartisipasi. "Target ini ditetapkan tentunya ditetapkan setelah melewati berbagai macam pertimbangan, dan disesuaikan kemampuan vaksinasi di lapangan," kata Wiku.

Baca juga: Sekolah Wajib Belajar Tatap Muka 1 Juli, Ini Penjelasan Nadiem

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengumumkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 pada Selasa (30/3).

Menurut Nadiem pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah kesehatan dan keselamatan serta tumbuh kembang dan hak anak. Sudah satu tahun pandemi Covid-19 melanda dunia dan menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan risiko eksternal lainnya.

Mendikbud mengatakan salah satu tantangan terbesar penyelenggaraa pendidikan semasa wabah Covid-19 adalah murid tidak bisa ke sekolah untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya dan guru mereka. ‘’Manfaat pembelajaran tatap muka pada kenyataannya memang sulit untuk digantikan dengan pembelajaran jarak jauh,” terang Nadiem.

Baca juga: 14 Provinsi Siap Sekolah Tatap Muka,  Ini Tahapan yang Diminta Satgas

Unicef menyebut anak-anak yang tidak dapat mengakses sekolah secara langsung semakin tertinggal dan dampak terbesar dirasakan oleh anak-anak yang paling termarjinalisasi. “85 persen negara di Asia Timur dan Pasifik telah melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Berdasarkan kajianUnicef , pemimpin dunia diimbau agar berupaya semaksimal mungkin agar sekolah tetap buka atau memprioritaskan agar sekolah yang masih tutup dapat dibuka kembali,” kata Mendikbud.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X