Ini 6 Skenario Haji 2021, Menag Minta Jamaah Siap Mental

- Kamis, 1 April 2021 | 11:36 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tim manajemen krisis Kementerian Agama telah menyiapkan skenario penyelenggaraan haji 1442 Hijriah pada tahun 2021 ini. Tim manajemen bentukan Menag Yaqut Cholil Qoumas pada akhir Desember 2020 menyiapkan enam skenario pelaksanaan haji tahun ini berbasis kuota.

 "Tim krisis telah menyusun skenario untuk kuota 100 persen, 50 persen, 30 persen, 20 persen, 10 persen, dan 5 persen," kata Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman di hadapan peserta Mudzakarah Perhajian Indonesia mengangkat tema "Mitigasi Haji di Masa Pandemi" di Bekasi pada Selasa (30/3).

Namun, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas wanti-wanti kepada para jamaah calon haji tahun ini untuk menyiapkan mental sejak dini, karena dimungkinkan adanya perubahan skema penyelenggaraan haji di tengah pandemi ini. Jika terjadi perubahan skema para jamaah diminta menyiapkan mental, siap menerima keputusan itu.

Baca juga: Heboh Kuota Haji 30 Persen, Begini Klarifikasi Konsul Haji KJRI Jeddah

Untuk itu, seluruh jajaran di Kemenag untuk bekerja maksimal agar jamaah mendapat pengetahuan yang komprehensif dan memersiapkan haji dengan matang. “Jangan sampai beda-beda pemahaman. Tugas berat Pak Dirjen, selain menyiapkan mitigasi juga menata pemahaman. Saya harap ada rumusan solusi atas setiap potensi masalah yang ada,” tandas Menag.

Menurut Menag, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Perubahan itu antara lain, ada pembatasan, termasuk dalam kegiatan keagamaan yang bersifat massal. “Pembatasan juga terjadi dalam penyelenggaraan haji dan umrah sejak tahun lalu. Itu bisa menjadi pelajaran dalam persiapan, jika haji dibuka tahun ini,” ujar Menag Yaqut.

Ramadhan lebih lanjut mengatakan, selain berbasis kuota, Kemenag juga menyiapkan skenario berbasis penerapan protokol kesehatan. Artinya, masing-masing skenario kuota dibuat dalam skema penerapan prokes dan tanpa penerapan prokes. "Skenario yang disiapkan juga mempertimbangkan adanya pembatasan rentang usia dan tanpa pembatasan rentang usia," katanya.

Baca juga: Konjen Jeddah Bahas Akomodasi Haji, Ada Kabar Mengejutkan

Menurut Ramadhan besaran kuota akan berpengaruh pada lama masa tinggal. Semakin banyak kuotanya, semakin lama masa tinggal jamaah. "Jumlah kuota juga berdampak pada aspek biaya yang saat ini sedang dibahas bersama oleh Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dengan Panja Komisi VIII DPR," tuturnya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Murni Korsleting, Kebakaran Muncul dari Jam Digital

Selasa, 21 September 2021 | 10:24 WIB

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB
X