Pemerintah Ubah Skema KIP, Mahasiswa Bisa Terima Rp 12 Juta

- Senin, 29 Maret 2021 | 09:40 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mulai angkatan mahasiswa baru tahun 2021, Pemerintah mengubah skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk memberikan bantuan biaya pendidikan memadai dan biaya hidup lebih tinggi kepada mahasiswa penerima manfaat program ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan perubahan skema agar calon mahasiswa baru tahun ini tidak ragu untuk memilih program studi unggulan pada perguruan tinggi terbaik, di mana pun lokasinya di Indonesia. Para orang tua juga lebih percaya diri untuk mendorong anaknya yang memiliki potensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami mendengarkan keluhan dan masukan dari berbagai pihak, khususnya penerima manfaat program ini. Maka kami melakukan perubahan yang semoga bisa menambah semangat dan kepercayaan diri bagi adik-adik juga para orang tua,” kata Mendikbud, Jakarta, Jumat (26/3).

Baca juga: Kemenag Akan Buat Payung Hukum Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan, Ini Penjelasannya

Dengan skema baru ini, calon mahasiswa bisa memilih prodi unggulan dan memilih daerah lokasi perguruan tinggi pilihannya tanpa ragu karena memikirkan mahalnya biaya pendidikan prodi dan indeks harga daerah. Besaran KIP akan disesuaikan dengan prodi dan indek kemahalan daerah tersebut.

Untuk KIP Kuliah Merdeka di tahun 2021 ini, Kemendikbud menyiapkan anggaran Rp 2,5 triliun atau meningkat jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2020, yakni Rp 1,3 triliun. Pada tahun 2020, biaya pendidikan untuk penerima KIP Kuliah Merdeka disesuaikan dengan prodi yang dipilih dengan rata-rata besaran uang kuliah Rp 2,4 juta per semester.

Namun mulai tahun 2021, Kemendikbud membuat kategorisasi prodi menjadi tiga kategori berdasarkan akreditasi. Untuk prodi dengan akreditasi A, biaya pendidikan diberikan maksimal Rp 12 juta per semester. Sementara prodi berakreditasi B maksimal Rp 4 juta per semester dan prodi berakreditasi C maksimal Rp 2,4 juta per semester.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Mikro, Kegiatan Belajar Mengajar Mulai Dilonggarkan untuk Perguruan Tinggi

Untuk biaya hidup mahasiswa penerima KIP Kuliah Merdeka, Kemendikbud membuat klasterisasi dengan membagi menjadi lima klaster daerah. Mahasiswa di daerah klaster 1 akan menerima biaya hidup Rp 800.000 per bulan, klaster 2 sebesar Rp 950.000, klaster 3 sebesar Rp 1.100.000, klaster 4 sebesar Rp 1.250.000, dan klaster 5 sebesar Rp1.400.000. Biaya hidup ini meningkat dari tahun 2020 yang besarannya sama untuk semua daerah di Indonesia, yaitu Rp 700.000 per bulan.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Sempat Jadi Sultan, Warga Kampung Miliarder Kini Galau

Selasa, 25 Januari 2022 | 22:55 WIB

RK: Kita Tak Pernah Merencanakan Pembangunan Ibukota

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:42 WIB
X