Bertahan Dalam Krisis Pandemi Covid-19, Kelompok Tani Al Barokah Konsiten Bertani Organik

- Senin, 15 November 2021 | 20:09 WIB
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kiri) melihat kemasan beras organik yang diproduksi Paguyuban Petani Al Barokah di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, di desa setempat, 12 November lalu. (SM/Moch Kundori)
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kiri) melihat kemasan beras organik yang diproduksi Paguyuban Petani Al Barokah di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, di desa setempat, 12 November lalu. (SM/Moch Kundori)

SUSUKAN, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hampir dua tahun ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi mengalami gangguan di segala sektor. Salah satu sektor yang masih bisa bertahan adalah pertanian.

Seperti yang dilakukan Paguyuban Petani Al Barokah di Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang ini, masih eksis di tengah pandemi.

Bahkan, permintaan beras organik hasil produk pertanian mereka, mengalami peningkatan.

Baca Juga: Belum Punya Anak Keturunan? Simak Ini 7 Makanan Penyubur Kandungan

Ketua Paguyuban Petani Al Barokah Mustofa mengatakan, para petani yang tergabung dalam kelompoknya akan terus konsisten bertanam dengan sistem organik. Yaitu, menanam tanpa menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

"Saat pandemi Covid-19 ini, permintaan beras organik kami meningkat. Mungkin masyarakat sekarang ingin mengonsumsi makan-makanan sehat organik saat wabah virus corona," katanya ditemui di sela-sela kunjungan, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki desa tempat paguyuban kelompok tani Al Baroqah 12 November lalu.

Mustofa menyebut, saat ini tak kurang 14 ton beras organik per bulan bisa di jual ke berbagai kota di Indonesia bahkan ke luar negeri. Jenis beras mentik susu, hasil pertaniannya, banyak diminati.

Penjualan yang dikelola secara koperasi ini, bahkan kuwalahan memenuhi permintaan konsumen baik secara online mau pun datang langsung.

Baca Juga: Amlan Pembuka Pintu Rezeki, Habib Syech Assegaf: Rutinkan Ini Setelah Sholat Subuh

Karenanya, ke depan pengembangan baik intensifikasi maupun perluasan lahan akan terus dilakukan dengan mengajak petani di berbagai daerah bergabung untuk meningkatkan hasil produksi. Sebelum pandemi, permintaan tidak sebanyak itu.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Guncang Aceh, BMKG: Ada Dua Gempa Susulan

Minggu, 25 September 2022 | 18:50 WIB
X